nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produsen Pelumas Keluhkan Biaya Sertifikasi SNI Mahal

Mufrod, Jurnalis · Jum'at 11 Mei 2018 20:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 11 15 1897265 pemberlakuan-pelumas-sni-bisa-picu-kenaikan-harga-W7YXech02P.jpg Ilustrasi pelumas kendaraan bermotor (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kebijakan penerapan SNI yang akan diberlakukan oleh Kementerian Perindustrian dinilai Perhimpunan Distributor Importir dan Produsen Pelumas Indonesia (Perdippi) dinilai akan memicu harga pelumas ke konsumen menjadi mahal.

Menurut Paul Toar, Ketua Umum Perdippi kenaikan harga tersebut akan terjadi karena untuk mendapatkan label SNI tidak murah. Produsen dan distributor pelumas harus membayar sekira Rp500 juta untuk satu merek.

"Jika setiap perusahaan pelumas memiliki 40 jenis pelumas yang wajib SNI makan biaya yang perlu dikeluarkan mencapai Rp200 miliar setiap empat tahun," ujar Paul, saat ditemui di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Paul menambahkan, dengan kondisi tersebut, tentu akan mengurangi daya saing perusahaan kecil yang tak akan sanggup menanggung beban biaya tersebut meski dibebankan pada konsumen dengan kenaikan harga pelumas yang tinggi nantinya.

Kondisi inilah yang dinilai Perdippi akan terjadi monopoli, dimana produsen pelumas kecil akan terbebani oleh biaya pengajuan SNI yang sangat tinggi.

Sebagaimana diketahui Pemerintah sendiri melalui Kementerian ESDM yang telah memberlakukan regulasi Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) dengan kewajiban uji laboratorium terhadap parameter fisika kimia, ketentuan ini juga mengacu kepada standar international seperti API, JASi, ILSAC, atau SNI yang telah berlaku.

Perdippi juga menilai turunan wewenang pengaturan soal mutu turunan minyak bumi seperti pelumas berada di Kementerian ESDM bukan Kementerian Perindustrian.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini