Image

Temui Sekjen PBB, Anak-Anak Muda Ini Incar USD10 Juta untuk Pendanaan Pendidikan Global

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 11 Mei 2018 17:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 11 65 1897173 temui-sekjen-pbb-anak-anak-muda-ini-incar-usd10-juta-untuk-pendanaan-pendidikan-global-rsUFFSMeXt.jpg (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia telah mencatat perkembangan yang signifikan dalam meningkatkan akses kepada pendidikan, tetapi masih banyak anak yang kurang beruntung tetap tidak memperoleh akses pendidikan dan serta kualitas pendidikan yang masih tetap rendah. Hari ini aktivis muda dari seluruh dunia bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres di New York untuk menyampaikan pesan yang singkat dan penuh makna.

Mereka akan menyampaikan petisi global yang telah beroleh lebih dari 1,5 juta tandatangan yang menyuarakan kepedulian mereka kepada para pemimpin dunia untuk meluncurkan paket pendanaan internasional terbaru (International Finance Facility for Education) yang dapat menyediakan tambahan dana sejumlah USD10 Juta bagi pendanaan dalam bidang pendidikan secara global yang ditujukan bagi penduduk muda yang termajinalkan di seluruh dunia.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

”Dalam dunia yang semakin cepat berubah ini, kita tidak dapat membiarkan sebanyak 250 juta gagal memiliki keterampilan dasar. Dalam dekade yang akan datang, sekitar satu juta anak muda akan memasuki angkatan kerja. Mereka semua memerlukan pendidikan sehingga mereka mampu membangun dunia yang damai, makmur, berdaulat dan memberikan kesempatan bagi semua orang,” kata (Sekjen) PBB Antonio Guterres dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Hampir sebanyak lima juta anak di Indonesia, sebagian besar berasal dari daerah terpencil dan belum berkembang, tidak memperoleh kesempatan bersekolah ataupun memperoleh pendidikan, yang dikhawatirkan akan menyebabkan mereka tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh pekerjaan, serta memiliki masa depan yang menjanjikan.

Jika tidak ada tindakan yang segera dilakukan, lebih dari 400 juta anak perempuan di seluruh dunia tidak akan memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh pekerjaan pada 2030. The International Commisison on Financing Global Education Opportunity (the Education Commission) memperkirakan bahwa mulai 2030, lebih dari separuh anak-anak dan generasi muda di seluruh dunia – atau sekitar 800 juta orang – tidak akan memiliki keterampilan dasar yang diperlukan untuk memasuki angkatan kerja modern.

Menurut data terbaru, menjelang tahun 2100, seluruh negara baru akan dapat mencapai target ke 4 dari Sustainable Development Goals (SDG 4) yaitu terpenuhinya pendidikan dasar dan sekunder.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS

“Di balik data ini, bisa dibayangkan wajah-wajah yang memilukan. Di Indonesia, 85% anak perempuan terpaksa putus sekolah. Sebagian dari mereka terpaksa memasuki ikatan pernikahan, tanpa harapan untuk meneruskan sekolah atau membangun masa depan lebih baik bagi keluarga mereka,” kata Utusan Khusus PBB untuk Pendidikan Global Gordon Brown.

The International Finance Facility for Education akan bekerjasama dengan sejumlah negara untuk bersama-sama mengumpulkan pendanaan pendidikan yang terbesar dalam sejarah dan memberdayakan generasi berikutnya untuk mengambangkan potensi mereka secara optimal.

Indonesia Butuh Pendanaan Pendidikan USD80 Juta

Tanpa dukungan dan bantuan internasional, Indonesia akan memerlukan pendanaan pendidikan yang berlipat ganda, dari sekitar USD33 Juta hingga menjadi USD80 Juta pada 2030, agar dapat memberikan kesempatan pendidikan bagi semua – sebuah tugas yang tidak mudah bagi negara yang sedang menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan.

Dukungan internasional telah menurun dari 13% dari bantuan keseluruhan, hingga menjadi hanya 10%. Seluruh bantuan pendidikan bagi seluruh negara-negara berkembang hanya sejumlah USD 10 per anak – jumlah yang sedikit yang tidak cukup untuk membeli buku-buku pelajaran bekas, apalagi untuk pendidikan yang berkualitas.

Hari ini di PBB, perwakilan generasi muda dari Nepal, Kenya dan Sierra Leone membawa petisi internasional yang didukung oleh lebih dari 1,5 juta orang yang menginginkan perubahan dan adanya tindakan.

 Cadangan Devisa Indonesia Akhir Februari 2018 Turun 3,92 Miliar Dolar Amerika

Petisi ini dikumpulkan oleh sejumlah generasi muda yang bekerja dalam sejumlah organisasi, termasuk jaringan Theirworld dari 900 Global Youth Ambassadors yang ada di 90 negara, BRAC di Bangladesh, dan Idara-e-Taleem-o-Aagahi di Pakistan. Mereka akan bertemu dengan Sekretaris-Jendral PBB , Utusan Khusus PBB Gordon Brown, President of the Inter-American Development Bank - Luis Moreno, serta Vice President dari Bank Dunia untuk Pembangunan Manusia - Annette Dixon untuk membicarakan pendanaan bagi pendidikan.

 Cadangan Devisa Indonesia Akhir Februari 2018 Turun 3,92 Miliar Dolar Amerika

The International Finance Facility for Education dapat membantu negara-negara seperti Indonesia dalam menjembatani kesenjangan antara pendanaan pendidikan dan kebutuhan untuk memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan. The Facility, merupakan upaya yang diupayakan oleh Sekretaris-Jendral PBB, akan membuat bantuan pendanaan lebih efektif dengan mengoptimalkan dan memaksimalkan dampak dari sumber dana melalui Bank Dunia dan bank pembangunan wilayah lainnya, untuk menyediakan tambahan sejumlah dana agar sebanyak 20 juta anak dapat melanjutkan pendidikannya, pada tahap awal ini

The International Commission on Financing Global Education Opportunity (the Education Commission) dibentuk pada 2015 untuk merevitalisasi, menyiapkan jalan bagi pertambahan pendanaan bagi pendidikan. Terdiri dari 27 pemimpin dari 27 pemimpin tingkat tinggi, the Commission menyiapkan sebuah laporan yang penuh terobosan, the Learning Generation, dan juga sebuah perencanaan bagi pendanaan dan pemberian bantuan pendidikan yang berkualitas dan menyeluruh bagi setiap anak.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini