Image

Dagelan Busung Lapar Jelang Pilkada, Remaja Diminta Pura-Pura Sakit Demi Simpati Warga

Mulyana, Jurnalis · Sabtu 12 Mei 2018 22:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 12 525 1897538 dagelan-busung-lapar-jelang-pilkada-remaja-diminta-pura-pura-sakit-demi-simpati-warga-LRBhmthSY0.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

PURWAKARTA - Pemberitaan di media massa yang menyebutkan bahwa terdapat endemik busung lapar, membuat warga Desa Cadas Mekar, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta gusar. Warga yakin, pemberitaan bahwa di wilayah mereka terdapat busung lapar hanya untuk kepentingan media salah satu calon di Pilkada Jawa Barat.

Seperti diketahui, pemberitaan itu muncul, saat Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke desa tersebut pada, Jumat 11 Mei. Kabarnya, saat itu Kang Emil (sapaan cagub) datang untuk menjenguk warga yang mengalami busung lapar ini.

Warga pun tak terima dengan adanya pemberitaan tersebut. Mereka menegaskan, jika kabar tersebut merupakan hoax. Pasalnya, di desa tersebut tak ada satupun warga yang mengalami busung lapar.

Kepala Desa Cadas Mekar, Uci Sanusi mengatakan, dia bersama warga di desanya merasa keberatan dengan adanya tudingan ini. Dalam hal ini, pihaknya menuntut Kang Emil dan timsesnya meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat di desanya.

"Ini bentuk pelecehan terhadap kami dan warga desa. Kami tegaskan, di desa kami tak ada warga yang mengalami busung lapar," ujar Uci di Purwakarta.

Menurut dia, pernyataan yang dilontarkan Kang Emil telah melukai hati masyarakat di desanya. Apalagi, pernyataanya itu tidak bersadar.

"Karena dinilai merusak nama baik desa dan masyarakat, kami menunggu permintaan maaf Pak Ridwan Kamil secara terbuka secepatnya," tegas dia.

Karena, kata dia, apa yang kemarin dipertontonkan dan diberitakan di media massa itu merupakan kebohongan yang nyata. "Pernyataan ini sangat fatal dan telah melukai masyarakat, ulama dan aparat di desa kami," imbuh dia.

Uci mengaku, pihaknya tak habis pikir jika benar di desanya ada yang mengalami busung lapar. Mengingat, kata dia, program beras perelek yang digulirkan pemerintah setempat telah berhasil menjadi piranti menjaga ketahanan pangan.

 Kepala Desa Cadas Mekar, Uci Sanusi (Foto: Mulyana/Okezone)

"Karena itu, berbagai penyakit seperti busung lapar dan gizi buruk yang diakibatkan kekurangan pangan itu sangat mustahil terjadi," kata dia.

"Masa di desa kami ada yang kelaparan. Kalau memang ada, saya siap taruhkan jabatan saya dan saya siap mundur jadi kepala desa," ucapnya.

Dia menegaskan, jika permintaan maaf kepada warganya ini tidak juga disampaikan, pihaknya tidak segan menempuh jalur hukum. "Kami siap melaporkan kepada pihak berwajib. Catat kata-kata saya ini," tegas dia.

Sementara itu, usut punya usut ternyata anak yang disangka mengalami busung lapar ini, bukan warga Desa Cadas Mekar, Kecamata Tegalwaru seperti yang diberitakan saat kunjungan Kang Emil. Tapi, anak tersebut merupakan warga Kampung Nagrak Desa/Kecamatan Sukasari.

Di tempat sama, keluarga besar Hasanudin (18), anak yang dianggap mengalami busung lapar itu mengaku tidak terima dengan pernyataan tersebut. Karena, membuat keluarga mereka merasa terhina.

Kakak Hasanudin, Asih (25) didampingi Sang Ayah, Ujib (65) pun melaporkan penghinaan ini ke kepala desa setempat. Keluarga ini mengganggap, tim kampanye salah satu Cagub Jabar itu telah mempolitisasi kondisi kesehatan keluarganya.

"Kondisi adik saya (Hasanudin) itu baik-baik saja. Kenapa dianggap busung lapar?," ujar Asih dengan nada kesal.

Dia pun bercerita, Hasanudin terlahir normal. Namun, kata dia, saat adiknya ini berusia 8 tahun, terserang penyakit liver. Sejak saat itu, tumbuh kembang tubuh adiknya ini terganggu. Menjadikan badannya kecil, meskipun asupan makanannya banyak.

"Ini karena pertumbuhannya tidak normal, jadi bukan busung lapar. Kami merasa terhina. Keluarga kami masih mampu," tegas dia.

Menurutnya, sejak empat tahun lalu Hasanudin mondok di pesantren Darul Tawwabin di Desa Karoya Kecamatan Tegalwaru. Dan selama ini dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, asupan makanan dari ponpes juga cukup terjamin.

"Setiap dua minggu sekali adik saya pulang untuk ngambil bekal. Saya juga bingung, kenapa adik saya ada di Desa Cadas Mekar. Saya menyesalkan ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, memanfaatkan adik saya," pungkasnya

Pengakuan Hasanudin, Remaja yang Disangka Busung Lapar

Kepala Desa Sukasari, Soleh mengatakan, Hasanudin (18) yang disebut Ridwan Kamil mengidap busung lapar itu merupakan warga di desanya. Tepatnya di Kampung Nagrak, Desa/Kecamatan Sukasari. Artinya, remaja tersebut bukan warga Desa Cadasmekar, Kecamatan Tegalwaru yang menjadi lokasi kunjungan Kang Emil.

"Pemberitaan itu tidak benar. Kondisi kesehatan warga saya atas nama Hasanudin itu baik-baik saja. Tidak seperti yang diberitakan kemarin," ujar Soleh

Soleh menjelaskan, keberadaan Hasanudin di wilayah Kecamatan Tegalwaru ini tak lain sedang menimba ilmu Agama di Pesantren Daarul Tawwabiin. Tepanya, di Desa Karoya. Dia pun menyayangkan, Hasanudin dibawa paksa oleh tim kampanye Ridwan Kamil ke sebuah rumah di Kampung Buni Geulis, Desa Cadasmekar untuk keperluan gimmick kampanye.

"Saya rutin bersama kader kesehatan di Sukasari memeriksa warga, tidak ada itu yang mengalami busung lapar. Pak Ridwan Kamil harus minta maaf secara terbuka. Ini audah sangat memalukan," katanya.

Sementara itu, saat ditemui secara langsung, Hasanudin membantah bahwa dirinya mengidap penyakit busung lapar. Dia mengaku bisa beraktivitas secara normal sehari-hari di pesantrennya. Bahkan, asupan makanan yang cukup pun biasa dia dapatkan di pesantren tersebut.

"Normal makan mah biasa, di pesantren kan banyak kolam ikan, bapak juga punya kolam ikan di Jatiluhur. Biasanya kalau di pesantren makannya sama nasi liwet," ijar remaja yang tumbuh kembang tubuhnya itu memang telihat tak normal.

Saat ditanya pertemuannya dengan Ridwan Kamil, dia pun tak tahu menahu awalnya. Hanya saja, seorang alumni di pesantrennya mendatangi dia di pagi buta. Kemudian, dia diminta naik motor menuju Desa Cadasmekar.

Di rumah milik Susanti (26) dan Ibnu Faturohman (27) yang merupakan tim sukses Ridwan Kamil, Hasanudin mengaku disuruh tidur di atas kasur lantai.

"Saya dibangunin jam 4 subuh terus disuruh ikut. Terus di rumah itu disuruh tiduran. Kemudian ada dokter yang meriksa saya. Setelah itu, pulangnya dikasih 10 kg beras dan 1kg deterjen," katanya bercerita.

Hasanudin pun menampik jika keluarganya disebut kurang mampu. Pasalnya, sang ayah, Ujib (56) memiliki kolam jaring apung yang luas di Danau Jatiluhur. Terkait pengakuannya tidak makan daging, dia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan tradisi di pesantrennya.

"Kalau di pondok mah kan memang tidak makan daging, kalau pulang baru sesekali makan daging. Kalau makan ikan sering, karena bapak kan punya kolam jaring apung," pungkasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini