nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nissan Tak Lihat Adanya Keuntungan Jika Beraliansi dengan Renault

Mufrod, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 16:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 14 15 1898130 nissan-tak-lihat-adanya-keuntungan-jika-beraliansi-dengan-renault-CRurZbcu8d.jpg Aliansi Nissan-Renault (Foto: Auto.ndtv)

TOKYO - Produsen Nissan menolak ajakan produsen automotif Prancis, Renault untuk merger bareng mengembangkan produknya bersama, layaknya kerjasama Nissan dengan Mitsubishi.

Seperti dilansir dari Nikkei Asian Review, Chief Executif Nissan, Hiroto Saikawa mengindikasikan bahwa menggabungkan kedua produsen mobil antara Nissan dan Renault dinilai tidak masuk akal.

Bahkan secara terang-terangan Saikawa menyebut, Nissan tidak akan mendapatkan keuntungan dari kerjasama tersebut, bahkan yang ada menurutnya adalah efek negatif bagi Nissan.

"Saya tidak melihat keuntungan yang bisa didapatkan dari merger tersebut, bahkan saya fikir itu amalah akan memiliki efek samping," Ujar Saikawa.

Idealnya menurut Saikawa, kerjasa aliansi menjaga perusahaan yang bekerjasama untuk tetap independent dan terus menggenjot pertumbuhan masing-masing.

"Titik Aliansi adalah menjaga anggotanya tetap independent dan memaksimalkan pertumbuhan masing-masing pada pengembangan produk," papar Saikawa.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Perancis memiliki 15,1 persen saham di Renault dan dilaporkan mendorong untuk merger dengan Nissan untuk memperluas industri otomotif negara itu. Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance yang ada melihat Renault memegang 43,4 persen saham di Nissan sementara Nissan memiliki 15 persen saham di Renault dan 34 persen di Mitsubishi.

Meskipun Nissan tidak ingin bergabung dengan Renault, kepala eksekutif Aliansi Carlos Ghosn baru-baru ini mengatakan kepada media bahwa "semua opsi terbuka" terkait masalah itu.

Sementara itu, ketidakpastian tentang hubungan antara kedua perusahaan telah berdampak negatif pada harga saham mereka dalam beberapa hari terakhir.

Masa depan Renault dan Nissan, apa pun itu, mungkin akan menjadi jelas di pertemuan umum tahunan Groupe Renault di Paris bulan depan.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini