nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan PM Najib Razak Dilaporkan ke Komisi Anti-Korupsi Malaysia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 14:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 14 18 1898061 mantan-pm-najib-razak-dilaporkan-ke-komisi-anti-korupsi-malaysia-fFv7h1bxG5.jpg Mantan PM Malaysia, Najib Razak. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR – Seorang mantan pejabat tinggi Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) melaporkan mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak ke lembaga anti-rasuah negara itu. Najib dilaporkan oleh Datuk Abdul Razak Idris, mantan direktur intelijen MACC atas dugaan penerimaan gratifikasi dan kepemilikan properti yang tidak bisa dijelaskan.

"Alasan saya mengajukan laporan hari ini adalah agar MACC dapat mengambil tindakan cepat," kata Datuk Abdul Razak Idris sebelum memasuki markas besar MACC untuk mengajukan laporan sebagaimana dilansir The Star, Senin (14/5/2018).

Abdul Razak mengatakan, dia baru mengajukan laporan ini sekarang karena laporan itu tidak akan ada gunanya jika diajukan saat Najib menjabat karena tidak akan ada tindakan yang diambil. Dia juga mengatakan, mantan atasannya yang mendorongnya untuk melaporkan kasus ini, tetapi Abdul Razak menolak menyebutkan namanya.

BACA JUGA: Terkait Skandal 1MDB, Polisi Malaysia Geledah Apartemen Mewah Keluarga Najib Razak

"Beberapa orang khawatir tentang saya karena berani keluar untuk mengajukan laporan ini, tetapi tidak apa-apa,” ujarnya.

“Saya sudah berusia 69 tahun. Jika saya mati, saya mati untuk negara ini.”

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah melarang Najib Razak untuk meninggalkan Malaysia dan membuka kembali kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan tangan kanannya itu. Tindakan itu dilakukan hanya berselang beberapa hari setelah Mahathir memimpin koalisi Pakatan Harapan memenangi pemilihan umum Malaysia dan diangkat menjadi perdana menteri yang baru.

Pada Minggu, polisi menyerbu blok apartemen mewah kediaman kerabat Najib untuk mencari dokumen sensitif pemerintah yang dikhawatirkan akan dibawa keluar negeri.

BACA JUGA: Kalah di Pemilu Malaysia, Najib Razak Dicekal ke Luar Negeri

Najib diduga terlibat dalam skandal korupsi dana perusahaan investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) sebesar ratusan juta dolar. Skandal itu pertama kali diangkat ke permukaan oleh media Amerika Serikat Wall Street Journal pada 2015. Meski Najib dinyatakan tidak bersalah oleh Jaksa Agung Malaysia, skandal 1MDB telah menyebabkan penurunan popularitas Najib secara signifikan di mata publik Malaysia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini