nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Tangkap Pelaku Prostitusi Online "Berfantasi Kekerasan"

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 19:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 14 337 1898192 polri-tangkap-pelaku-prostitusi-online-berfantasi-kekerasan-L21Fd52PUZ.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku prostistusi online yang menawarkan jasa seksual dengan "fantasi kekerasan" atau dikenal dengan istilah Bondage and Discipline, Domination and Submission, Sadism and Masochism (BDSM).

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni, mengungkapkan bahwa, pelaku dengan berinisial NYM (31) merupakan seorang perempuan yang sudah memiliki anak. Bahkan, dia sudah beroperasi selama dua tahun dalam menawarkan jasa "seksual berfantasi" itu.

"Melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana pornografi dan prostitusi online melalui media sosial Twitter dengan akun Mist Clara Maniez @Onenk_Lemot," kata Dani dalam jumpa pers di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).

Pelaku sendiri kerap melakukan prostitusi dengan para pelanggannya di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Dalam satu kali memberikan kepuasan hasrat ke pria hidung belang, pelaku memasang tarif hingga jutaan rupiah. Tergantung dengan "fantasi" yang diminta.

"Rata rata Rp1,3 juta (sekali main). Itu juga ada Rp800 ribu untuk seksual biasa," tutur Dani.

Saat menyediakan seks "fantasi", pelaku rela untuk "disiksa" oleh pria yang diduga mengalami orientasi seksual yang menyimpang. Bahkan, pelaku rela untuk diikat dengan rantai anjing demi pelanggannya terpuaskan.

Dalam operasi penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti, antara lain, lima buah kondom merk fiesta dan Sagami, satu buah gunting berwarna hitam, satu buah atm BCA gold, satu buah rantai anjing,satu buah penggaris ukuran 30 cm berwarna hijau.

Satu buah tepukan alat lalat berwarna pink, satu kotak lilin, tali jemuran warna hijau, satu) korek gas warna orange,satu buah lakban bewarna coklat, dua buah celana dalam bewarna ungu dan bewarna merah, dua BH bewarna Hitam,tiga buah pakaian lingerie bewarna hitam, kuning, dan ungu, dua buah jepitan jemuran bewarna hijau dan merah.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dilakukan penahanan dengan sangkaan Pasal Tindak Pidana memproduksi, menyebarluaskan, menyiarkan, menawarkan, membuat atau menyediakan konten pornografi dan atau Prostitusi Online dikenakan.

Pelaku disangka melanggar Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan atau Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Dengan ancaman penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp6.000.000.000," tutup Dani.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini