Image

Debat Pilgub Jabar, Kang Ajat: Revitalisasi Sungai Citarum Butuh Waktu Lama!

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 22:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 14 525 1898326 debat-pilgub-jabar-kang-ajat-revitalisasi-sungai-citarum-butuh-waktu-lama-1XmvZysNMi.jpg Cagub Jawa Barat, Sudrajat (foto: Wahyu/Okezone)

DEPOK - Calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat mengatakan, dirinya sangat prihatin soal isu lingkungan di Jawa Barat terutama mengenai Sungai Citarum. Oleh karena itu, pasangan ini akan akan memberikan perhatian khusus untuk Sungai Citarum.

Seperti diketahui bahwa Citarum berada di kategori IV (tercemar berat).

"Kalau isu Citarum kita sangat prihatin. Citarum ini ditagline sebagai sungai kelas D. Sungai yang terkotor, nanti kita akan cari siasat-siasat bagaimana yang membereskan ini semua,” kata Sudrajat di acara Debat Publik Kedua di Balairung UI, Depok, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, untuk persoalan Sungai Citarum perlu koordinasi dengan pemerintah pusat. Hal itu dilakukan agar upaya yang dilakukan bisa efektif.

“Daerah aliran sungai itu juga tanggung jawab dari pemerintah pusat sehingga program harus di sinkronisasi dengan daerah dan pusat,” tuturnya.

Dia mengaku berat untuk menormalisasi Citarum dalam waktu lima tahun kedepan. Bahkan, Presiden Jokowi dalam 7 tahun atau dalam 5 tahun boleh, apabila cukup secara gencar mengeluarkan dana yang cukup kuat lebih dari Rp3 triliun, bahkan Rp4 sampai Rp 5 triliun.

"Mendidik masyarakat itu sangat penting, sehingga 5 tahun agak berat tetapi paling tidak, bisa dicapai sampai 50 persen,” paparnya.

Selain permasalahan sungai Citarum, Jabar merupakan sebagai lumbung padi dan perubahan iklim devisi produksi beras, dan ini sudah mulai terjadi, Pria yang akrab disapa kang Ajat, sampai sekarang Jabar swasembada beras produksinya 12 juta ton dan yang dimakan 4 juta ton, jadi untuk ketahanan pangan di Jabar tidak ada masalah.

“Yang jadi masalah turunnya produktivitas karena air, polusi air dan juga karena perubahan lahan tata guna lahan,” katanya.

Sedangkan untuk program unggulan di sektor pertanian, sambung kang Ajat, pihaknya harus mencari bibit padi yang bisa panen 3-5 kali panen per tahun. Kemudian, ada insentif untuk petani untuk tetap ada di lahan sehingga lahan pertanian abadi bisa terpelihara.

“Sehingga kalau masalah beras selalu berhubungan dengan masalah tanah petani. Sampai sekarang regenerasi petani di Jabar itu hampir 60 persen, di atas 50 tahun jadi kenapa, Karena kurang insentif untuk jadi petani. Untuk itu kami dari paslon Asyik punya konsep oke yaitu coorporate fund, jangan ditiru ya,” pungkasnya

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini