nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Teror Bom, Pentingnya Pendidikan Anak hindari Paham Radikal

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 16:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 14 65 1898143 marak-teror-bom-pentingnya-pendidikan-anak-hindari-paham-radikal-lkux76geNp.jpeg Teror bom Surabaya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Peran orangtua dalam mendorong dan mengontrol pondasi pendidikan anak sangatlah penting. Terlebih, perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membuat orangtua harus semakin peka dalam menghadapi tantangan zaman.

Staf Ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bidang Pengembangan Ekonomi, Ratna Dewi Andriati mengatakan, orangtua harus membentengi anak-anak dari paham-paham radikal.

Baca Juga: Kediaman Legita, Korban Bom Surabaya asal Tangerang Dipadati Pelayat

“Bentengi anak-anak, sampaikan pendidikan yang bagus juga pendidikan akhlak dan agama,” ujar Ratna dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Ratna juga mengungkapkan keprihatinannya melihat fenomena bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak.

Ada Ancaman Bom, Polisi Amankan Sekitar Gereja Santa Anna Duren Sawit

"Saya prihatin atas insiden bom bunuh diri yang dilakukan seorang ibu yang membawa anak-anaknya ikut serta. Saya sedih sekali bagaimana seorang ibu mempengaruhi pikiran anak-anaknya untuk ikut serta melakukan tindakan terorisme," lanjutnya.

Ratna mencontohkan pola pendidikan anak yang dilakukan di Jepang dan Korea. Menurutnya, penting bagi keluarga untuk tetap mempertahankan aspek budaya di samping meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga: Jokowi Ajak Semua Komponen Bangsa Jaga Indonesia dari Aksi Terorisme

"Apakah ibu-ibu bangga dengan guru asing? Boleh, asal kita harus ada landasan,” ujar Ratna.

Sementara itu, pakar parenting dari Indonesia Heritage Foundation, Florence Yulisinta Jusung mengatakan, orangtua adalah arsitek bagi otak anak. Bagian-bagian otak kritis dibentuk pada usia dini. Otak anak, lanjutnya, seperti spons. Oleh karena itu, orangtua harus mencontohkan perilaku yang baik.

Ada Ancaman Bom, Polisi Amankan Sekitar Gereja Santa Anna Duren Sawit

"Solusinya melindungi anak dari bahaya yaitu mengubah lingkungan pengasuhan dan pendidikan. Sebelum mendidik anak dengan penuh cinta, kita dulu yang harus memiliki cinta dan bahagia,. Orangtua juga harus melek teknologi," ujar Florence.

Sementara itu Mendes mengutuk aksi pemboman yang terjadi di Surabaya. 

“Kita sangat mengutuk perbuatan keji, biadab, dan pengecut, membawa anak-anak untuk melakukan bom bunuh diri terhadap orang yang tidak berdosa yang sedang beribadah. Saya berharap kepada korban semoga lekas sembuh, untuk yang meninggal semoga diterima di sisi tuhan,” kata Eko.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini