nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Quipper dan Bahaso Berikan 'Beasiswa untuk Negeri' 1.100 Akun Pembelajaran Gratis

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 18:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 14 65 1898207 quipper-dan-bahaso-berikan-beasiswa-untuk-negeri-1-100-akun-pembelajaran-gratis-RGP3mD4By9.jpeg Layanan belajar gratis Bahaso dan Quipper (Foto:Yohana/Okezone)

JAKARTA - Quipper dan Bahaso, dua perusahaan teknologi edukasi di Indonesia bekerjasama memberikan layanan belajar online untuk secara gratis. Sebanyak 1.100 akun pembelajaran online dapat diakses secara gratis. 

Program pemberian layanan gratis yang bertema 'Beasiswa untuk Negeri' ini diberikan dengan bentuk layanan belajar online yakni Quipper Video yang ditujukan untuk pelajar SMP dan SMA. Sedangkan Bahaso memberikan layanan belajar bahasa asing yang bisa juga digunakan oleh masyarakat umum. 

Dalam proses pendistribusian akun belajar online ini, kedua platform menggandeng beberapa publik figur untuk ikut berpartisipasi dengan cara menyebarluaskan informasi tersebut melalui media sosial yang mereka miliki. 

Baca Juga: Ingin Belajar di Timur Tengah? Yuk Simak Beasiswa Ini

Saat ini sebanyak 5 publik figur berpartisipasi yakni vokalis Band Kotak Tantri Syalandri beserta suaminya Hatna Danarda, lalu artis dan penyanyi Febby Rastanty, Penggagas Gerakan Kemenkeu Muda Fitri MS, dan ilustrator muda Si.Itek, serta Social Media lnfluencer Happy Novana Sari. 

"Kita akan lakukan evaluasi pada program ini dalam tiga bulan ke depan. Kami pun terus bisa membuka peluang untuk para influencer lainnya untuk berkolaborasi hal yang semacam ini," ujar Public Relations & Marketing Manager Quipper Indonesia Tri Nuraini.

Dia menyatakan, program ini dimaksudkan untuk menambah akses dan kesempatan belajar bagi siswa yang tidak mampu secara ekonomi dan/atau berprestasi dalam hal akademik. Selain itu, mendukung pemerintah dalam memperluas proses pembelajaran siswa, terlebih ditengah zaman digitalisasi saat ini. 

Beasiswa Bahaso

"Apalagi dengan berkembangnya era digital, media pembelajaran online sudah menjadi kebutuhan atau gaya belajar yang baru bagi sebagian pelajar di Indonesia," kata dia dalam acara media briefieng 'Beasiswa untuk Negeri' Quipper dan Bahaso di The H Tower, Jakarta, Senin (14/5/2018). 

Sementara, Founder dan CEO Bahaso Tyoval Ari menambahkan, tanpa pendidikan yang baik, maka Indonesia akan selalu menjadi market dari negara lainnya. Oleh sebab itu, dengan program beasiswa ini diharapkan dapat mendorong tingkat pendidikan dan potensi dari anak-anak Indonesia.

"Kita ingin anak-anak Indonesia yang punya potensi dan pintar bisa masju. Caranya dengan mendorong anak muda melalui pendidikan, ini semangat yang ingin kami bawa, sehingga masyarakat Indonesia secara karir dan ekonomi bisa meningkat," ujarnya. 

Febby Rastanty yang menjadi salah satu influencer dari program ini, sebagai anak generasi milenial tentu membutuhkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan mudah diakses. Sehingga dengan adanya platform layanan edukasi yang memberikan beasiswa untuk pelajar bisa mengakses gratis bisa mendorong.

Beasiswa Bahaso

"Ini menunjukkan teknologi itu bukan hanya sekedar media sosial, tapi juga bisa untuk belajar. Belajar dari buku kan kadang lebih sulit bahasanya, tapi kayak quipper kan bentuk video jadi bisa diulang dan bisa lebih dimengerti. Jadi anak gerenasi milenial bisa lebih aktif belajar," katanya. 

Di sisi lain, Pelaksana Harian Gerakan Literasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wien Muldian menyatakan, memang teknis literasi pada era abad 21 harus diikuti perkembangannya. Dengan demikian, bonus demografi yang dimiliki Indonesia bisa memiliki pengetahuan dan kemampuan yang meningkat untuk menghadapi tantangan zaman ke depannya. 

”Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat mendukung berbagai platform berbasis teknologi yang ikut mewujudkan tujuan dari pendidikan. Penguasaan pada pengetahuan, peningkatan kompetensi keterampilan dan penumbuhan karakter positif, sebagai tujuan pendidikan, dapat dioptimalkan dengan dukungan teknologi" katanya dalam kesempatan yang sama.  

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini