nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Sosial Idrus Marham Hadiri Penutupan Lokalisasi PSK di Pangkalan Bun

Edi Hardian , Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 15:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 15 1 1898568 menteri-sosial-idrus-marham-hadiri-penutupan-lokalisasi-psk-di-pangkalan-bun-wMZOAG99zK.jpg Mensos Idrus Marham saat menghadiri penutupan lokalisasi PSK di Pangkalan Bun (Foto: Edi Hardian/Okezone)

PANGKALAN BUN – Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik. Tentunya tak hanya di kota-kota besar, tapi juga menjangkau berbagai daerah hingga pelosok. Untuk mendukung itu, Kementerian Sosial melakukan berbagai langkah demi memperbaiki berbagai aspek sosial di Indonesia. Salah satunya program prioritas dari Kemensos saat ini adalah penutupan lokalisasi di seluruh provinsi di Indonesia.

Program ini tentunya mendapat sambutan positif dari pemerintah pusat. Hari ini, Selasa (15/5/2018), Menteri Sosial Idrus Marham menghadiri Deklarasi Penutupan 3 Lokalisasi di Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

 

"Kita hadir di sini karena ada gagasan, penutupan lokalisasi merekatkan kita, karena itu kita hadir di sini karena kesadaran bersama. Kenapa ada kesadaran? Ada hidayah dari Allah SWT, dan kita telah mendapatkan hidayah maka tergerak hatinya untuk menutup lokalisasi," ujar Idrus Marham Menteri Sosial Republik Indonesia saat menghadiri Deklarasi Penutupan 3 Lokalisasi di Kotawaringin Barat dan Pemulangan Wanita Eks Penghuni Lokalisasi ke Daerah Asal di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (15/5/2018).

Pada acara tersebut, segenap unsur masyarakat baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, guru, serta elemen organisasi sosial kompak mendukung kebijakan pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan penutupan tiga lokalisasi prostitusi yang selama ini beroperasi.

 

Penutupan lokalisasi di Kotawaringin Barat ini bukan satu-satunya prestasi yang dilakukan Kemensos. Kementerian ini sudah sukses menutup banyak lokalisasi di Indonesia, tercatat selama 2017 sebanyak 148 lokalisasi sudah ditutup oleh Kemensos. Tentu saja hal ini menjadi prestasi tersendiri bagi Kemensos untuk menumpas berkembangnya penyakit masyarakat di sekitar kita.

Hal ini juga sejalan dengan perencanaan Kemensos yang bertekad menumpas habis lokalisasi di 2019. Meski menutup ruang gerak prostitusi menjadi sebuah hal yang berat, namun menutup lokalisasi menjadi langkah riil bagi Kemensos untuk menghapus praktik prostitusi di Indonesia.

"Kita berharap semua selesai tahun depan dan target Kemensos berhasil. Lantas apakah prostitusi akan habis? Rasanya tidak mungkin habis, tapi lokalisasi bisa habis," tutur Sonny W. Manalu selaku Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos.

Diharapkan, dengan program Kemensos yang tengah berjalan ini, cita-cita untuk menghapus lokalisasi di 2019 akan terealisasi dan mengurangi angka prostitusi serta eksploitasi tenaga kerja.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini