nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istri Terduga Teroris di Sidoarjo Pegawai Kemenag Jatim

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 16:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 519 1898602 istri-terduga-teroris-di-sidoarjo-pegawai-kemenag-jatim-kXV9TIzkhp.jpg Menag Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memastikan, salah seorang terduga teroris Budi Satrio (43) yang ditembak mati di Sidoarjo memiliki istri yang bekerja di Kemenag Provinsi Jawa Timur.

"Ya. Informasi yang kami dapatkan dari Kanwil Kemenag Jatim dan sejumlah aparat inspektorat jenderal yang kami terjunkan ke sana, memang betul terkonfirmasi hal itu," kata Lukman Hakim di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/4/2018).

Menteri Lukman mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) terbanyak berada di Kemenag dengan jumlah sebesar 220 ribu orang. Sehingga, dengan jumlah sebanyak itu diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada warga.

 Ledakan Bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo 3 Orang Tewas

Namun, lanjut dia, dengan jumlah ASN yang banyak tersebut juga berdampak pada sulitnya mengetahui setiap aktivitas setiap pegawai di Kemenag.

"Kita tidak tahu di luar Kantor ASN kita melakukan apa saja. Jadi, memang betul yang bersangkutan adalah istri dari yang diduga teroris itu dan kami sedang melakukan komunikasi terus dengan aparat penegak hukum," lanjut Lukman.

 Penggerebekan di Perum Puri Maharani Sidoarjo, Polisi Bawa Jenazah Terduga Teroris

Ia menilai, peristiwa terungkapnya istri terduga teroris menjadikan pelajaran bagi setiap lembaga pemerintahan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan kepada setiap pegawainya agar tidak terlibat dengan kelompok-kelompok teroris yang dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Seluruh ASN dan keluarganya harus sesuai sumpah dan janji saat dia dilantik dan taati UU ASN. Karenanya, kami di Kemenag akan tegas memberikan sanksi kepada seluruh ASN kita ketika yang berangkutan melanggar hukum, sumpah, regulasi dan khususnya aturan ASN," tandasnya.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini