nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saat Pejabat di Purwakarta Merasa Dilecehkan soal Isu Busung Lapar

Mulyana, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 17:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 525 1898642 saat-pejabat-di-purwakarta-merasa-dilecehkan-soal-isu-busung-lapar-SdNLvI2TWl.jpg Pejabat di Purwakarta merasa dilecehkan dengan isu busung lapar (Foto: Mulyana/Okezone)

PURWAKARTA - Jajaran Pemerintahan Kabupaten Purwakarta bereaksi, menyusul adanya pernyataan dari Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil yang menyebutkan ada penderita busung lapar di wilayah tersebut.

Reaksi tersebut ditunjukan oleh seluruh camat yang ada di kabupaten tersebut. Dalam hal ini, sebagai penyelenggara negara jajaran pemerintah merasa terganggu dan tersinggung dengan pernyataan tersebut.

Para camat ini berpendapat, pernyataan tersebut secara tidak langsung telah mendiskreditkan kinerja para pegawai di Pemerintahan Purwakarta.

Senin (14/5/2018) siang, 17 camat yang ada melakukan kumpulan secara spontanitas guna menyikapi persoalan tersebut. Kemudian, seluruh camat ini bersama-sama mendatangi Dinas Kesehatan setempat untuk meminta penjelasan terkait kabar busung lapar itu.

Kedatangan seluruh camat ini, langsung diterima oleh Dadan, Sekretaris Dinas Kesehatan setempat. Dalam kesempatan itu, Dadan menegaskan, tidak ada remaja asal Purwakarta yang menderita busung lapar.

"Sesaat ada pemberitaan itu, kami langsung menerjunkan tim dokter untuk memeriksa remaja yang disangkakan busung lapar ini," ujar Dadan kepada Okezone.

Dadan menjelaskan, hasil diagnosa sementara tim dokter yang diterjunkan dinasnya ini menyimpulkan, jika remaja atas nama Hasanudin (18) ini tidak mengalami busung lapar maupun gizi buruk. Tapi, remaja tersebut mengidap satu penyakit yang membuat tumbuh kembang tubuhnya terganggu.

"Kalau dilihat secara fisik, memang betul ada kelainan. Tapi kami pastikan, itu bukan busung lapar ataupun gizi buruk," tegas dia.

Dadan menegaskan, pihaknya berencana memeriksa lebih lanjut terkait kondisi kesehatan remaja ini, yakni dengan membawanya ke laboratorium. Hal ini dilakukan, untuk lebih memastikan penyakit yang diderita remaja tersebut.

"Pemeriksaan sementara dari tim dokter kami, remaja ini mengidap penyakit hepatitis. Kemudian, ditemukan ada pembengkakkan juga di limpa," jelas dia.

Dadan menambahkan, selain memeriksa lebih lanjut kondisi Hasanudin, dinasnya pun berencana memanggil dokter yang memeriksa dan mendiagnosa remaja ini mengidap busung lapar saat kunjungan Ridwan Kamil beberapa waktu lalu itu. Dalam waktu dekat, dokter tersebut harus memberikan keterangan jelas mengenai kondisi Hasanudin.

"Selama ini, di wilayah kami itu tak ada bayi, anak-anak atau pun remaja yang menderita busung lapar. Kalau pun ada kasus seperti ini, pasti sudah kami laporkan segera ke pemprov dan pusat," tambah dia.

Sementara itu, Camat Sukasari, Jaya Pranolo yang dalam kesempatan ini mewakili 16 camat lainnya menegaskan, jika kabar adanya warga Purwakarta yang menderita busung lapar merupakan pembohongan publik alias hoax.

"Kami sebagai bagian dari penyelenggara negara merasa dilecehkan. Terlepas dari isu politik, dengan pernyataan Pak RK kami dari pemerintahan daerah merasa tersinggung," ujar Jaya.

Jaya mengaku, pihaknya tak habis pikir jika benar di Purwakarta ada yang mengalami busung lapar. Mengingat, kata dia, selama ini program-program pemerintah sudah berjalan maksimal dan telah berhasil menjadi piranti, baik dari sisi ketahanan pangan maupun di sektor kesehatan.

"Kalau seperti itu pernyataannya, kami dari pemerintah daerah selaku penyelenggaran negara kesannya tidak bekerja. Dan sangat ironis, kalau di kita benar ada busung lapar. Ini seolah-olah, Purwakarta itu adalah wilayah pedalaman," cetus dia.

Untuk itu, tambah dia, kedatangan para camat dan beberapa unsur desa ke Dinas Kesehatan ini pun sekaligus meminta supaya dinas terkait segera melakukan klarifikasi. Hal tersebut harus dilakukan, supaya bisa meredam keresahan masyarakat saat ini.

Menurut dia, adanya pemberitaan tentang remaja busung lapar ini jelas telah menyinggung pemerintahan daerah. Terutama, para camat. Sebab, selama ini kinerja dari mulai Ketua RT, Ketua RW, Kades dan camat, secara otomatis dinilai gagal.

Padahal, sambung dia, jangankan ada warga yang mengidap busung lapar, jika ada warga yang sakit lalu tidak ditangani dan dilaporkan ke pemkab, itu seluruh perangkat kecamatan mendapat sanksi tegas. Yakni, tunjangan aparatur ini tidak diberikan selama tiga bulan.

"Ada warga yang sakit dan kita tak laporan saja, seluruh perangkat kecamatan hingga RT/RW nya akan mendapat sanksi dari pemkab. Apalagi kalau ada busung lapar yang sifatnya sangat fatal," tambah dia.

Seperti diketahui sebelumnya, keluarga besar Hasanudin pun tidak terima dengan pernyataan RK tersebut. Karena, membuat keluarga mereka merasa terhina.

Kakak Hasanudin, Asih (25) didampingi Sang Ayah, Ujib (65) pun telah melaporkan penghinaan ini ke kepala desa setempat. Keluarga ini mengganggap, tim kampanye salah satu Cagub Jabar itu telah mempolitisasi kondisi kesehatan keluarganya.

"Kondisi adik saya (Hasanudin) itu baik-baik saja. Kenapa dianggap busung lapar?, ujar Asih dengan nada kesal.

Dia pun bercerita, Hasanudin terlahir normal. Namun, kata dia, saat adiknya ini berusia 8 tahun, terserang penyakit liver. Sejak saat itu, tumbuh kembang tubuh adiknya ini terganggu. Menjadikan badannya kecil, meskipun asupan makanannya banyak.

"Ini karena pertumbuhannya tidak normal, jadi bukan busung lapar. Kami merasa terhina. Keluarga kami masih mampu," tegas dia.

Menurutnya, sejak empat tahun lalu Hasanudin mondok di pesantren Darul Tawwabin di Desa Karoya Kecamatan Tegalwaru. Dan selama ini dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, asupan makanan dari ponpes juga cukup terjamin.

"Setiap dua minggu sekali adik saya pulang untuk ngambil bekal. Saya juga bingung, kenapa adik saya ada di Desa Cadas Mekar. Saya menyesalkan ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, memanfaatkan adik saya," kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Hasanudin. Remaja yang disangkakan itu membantah bahwa dirinya mengidap penyakit busung lapar. Dia mengaku bisa beraktivitas secara normal sehari-hari. Bahkan, asupan makanan yang cukup pun biasa dia dapatkan di pesantren tersebut.

"Normal makan mah biasa, di pesantren kan banyak kolam ikan, bapak saya juga punya kolam ikan di Jatiluhur. Biasanya kalau di pesantren makannya sama nasi liwet," ujar remaja yang tumbuh kembang tubuhnya itu memang telihat tak normal.

Saat ditanya pertemuannya dengan Ridwan Kamil beberapa waktu lalu, dia pun tak tahu menahu awalnya. Hanya saja, seorang alumni di pesantren tempat dia menimba ilmu agama, mendatanginya di pagi buta. Kemudian, dia diminta naik motor menuju Desa Cadasmekar.

"Saya dibangunin jam 4 subuh terus disuruh ikut. Terus di rumah itu disuruh tiduran. Kemudian ada dokter yang meriksa saya. Setelah itu, pulangnya dikasih 10 kg beras dan 1kg deterjen," katanya bercerita.

Hasanudin pun menampik jika keluarganya disebut kurang mampu. Pasalnya, sang ayah, Ujib (56) memiliki kolam jaring apung yang luas di Danau Jatiluhur. Terkait pengakuannya tidak makan daging, dia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan tradisi di pesantrennya.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini