Image

Paslon Asyik Bikin Ricuh Debat, Bawaslu Akan Panggil KPU Jabar

Oris Riswan, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 21:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 15 525 1898657 paslon-asyik-bikin-ricuh-debat-bawaslu-akan-panggil-kpu-jabar-MFA1oqw3O1.jpg Sudrajat-Syaikhu (Foto: Ist)

BANDUNG - Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) membuat heboh debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 yang berlangsung di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin 14 Mei 2018. Hal itu bermula saat pasangan Asyik mengajak publik memilih mereka dengan membawa-bawa ganti presiden.

"Pilihlah nomor tiga, Asyik. Kalau Asyik menang, insya allah 2019 kita akan mengganti presiden," kata Sudrajat dalam sesi debat.

Di saat yang sama, Syaikhu yang berdiri di samping Sudrajat memperlihatkan sebuah kaus berwarna putih bertuliskan '2018 ASYIK MENANG. 2018 GANTI PRESIDEN'. Hal itu langsung disambut gemuruh suara mereka yang hadir di lokasi.

Kegaduhan pun terjadi antara pendukung Asyik dan Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Suasana pun sempat memanas beberapa menit.

Upaya Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat meredam emosi massa pun tak berbuah hasil. Suasana baru mereda setelah Hasanuddin dan Anton meminta para pendukungnya tenang dan tidak terpancing dengan sikap Asyik.

Begini Keseruan Debat Cagub-cawagub Jabar Pertama di Sabuga Bandung

Ketua Bawaslu Jawa Barat Harminus Koto mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah menyikapi permasalahan tersebut. Langkah awal yang akan dilakukan adalah dengan mengundang KPU Jawa Barat.

"Bawaslu akan bertindak memanggil KPU dalam (kaitan) pelaksanaan debat kemarin," ujar Harminus di Kantor Bawaslu Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (15/5/2018).

KPU dirasa perlu dimintai keterangan untuk mengetahui secara jelas duduk persoalan yang terjadi secara utuh. Tapi, apa yang dilakukan Asyik sejauh ini belum diputuskan akan melanggar aturan atau tidak. Sebab, semua informasi harus dikumpulkan secara jelas sebelum mengambil keputusan.

Soal apa yang dilakukan Asyik, diakuinya memang tidak aturan yang mengatur secara detail. Karena itu, harus dibahas lebih mendalam dengan KPU soal permasalahan tersebut. Bawaslu pun tidak menutup kemungkinan memanggil pasangan calon yang bersangkutan atau tim kampanyenya soal masalah yang terjadi.

Sebab, apa yang dilakukan pasangan Asyik menuai reaksi. Bahkan, debat berakhir dengan ricuh. Disinggung soal kebebasan berekspresi yang jadi alasan Asyik melakukan hal itu, ia pun memberi tanggapan.

"Boleh orang berekspresi. Tapi ada batasannya yaitu hukum, peraturan perundang-undangan, etika, moral, kesantunan, undang-undang tidak jelas," jelas Harminus.

Bawaslu sendiri menargetkan kasus itu bisa segera diselesaikan dalam waktu kurang dari sepekan. Setelah semua pihak dipanggil, Bawaslu akan mengambil keputusan atau mengeluarkan rekomendasi.

Berkaca dari kasus itu, Harminus mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan meminta KPU untuk mempertegas dan memperjelas aturan dalam debat. Sebab, debat masih akan berlangsung sekali lagi.

Harapannya, dalam debat berikutnya tidak terjadi lagi hal-hal yang bisa berujung kericuhan. Sebab, debat jadi ajang bagi kontestan untuk memamerkan gagasannya ke publik sekaligus jadi ajang edukasi politik.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini