nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Cara UIN Jakarta Cegah Mahasiswa dan Dosen Terlibat Terorisme

Hambali, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 06:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 15 65 1898362 begini-cara-uin-jakarta-cegah-mahasiswa-dan-dosen-terlibat-terorisme-DOeYQw6xsb.jpg Seminar Nasional Generasi Berencana di UIN Jakarta (Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - UIN Jakarta sempat tercoreng oleh aksi beberapa mahasiswanya yang terlibat dalam kegiatan terorisme beberapa tahun silam. Mencegah hal itu berulang, pihak kampus mengantisipasinya dengan menerapkan program konseling khusus kepada dosen dan mahasiswa.

"Treatmentnya adalah bagaimana kita meningkatkan pemahaman tentang prulalitas, pemahaman tentang Islam yang moderat, pemahaman Islam Wasathiyah (garis tengah) itu yang ditekankan melalui konseling kepada seluruh dosen dan mahasiswa, karena Islam radikal itu nggak ada mata kuliahnya," terang Dede Rosyada, Rektor UIN Jakarta, usai seminar nasional "Generasi Berencana Menuju Generasi Emas Indonesia" di Aula Student Centre UIN, Senin (14/5/2018).

Dede mengatakan, saat ini semua dosen diharuskan untuk tidak memberikan pengarahan lain selain materi yang akan disampaikan dalam perkuliahan. Ketentuan itu, untuk menghambat adanya upaya untuk mendompleng kegiatan studi di dalam kelas dengan penafsiran yang meluas, khususnya soal yang berkaitan dengan isu aqidah dan agama.

"Dosen-dosen sudah kita sadarkan, jadi ya ngajar ya ngajar saja sesuai kurikulum, tidak usah memengaruhi siapapun untuk melakukan sesuatu yang tidak benar," imbuhnya.

 

Beberapa mahasiswa dan alumni UIN Jakarta pernah terlibat dalam serangkaian aksi teror. Salah satu yang paling mencolok adalah Pepi Fernando, otak pelaku teror bom buku dan bom Serpong tahun 2011 lalu. Jebolan IAIN Syarif Hidayatullah yang kini bernama Universitas Islam Negeri (UIN) itu ditangkap di Aceh.

Sebelumnya, pada 2009, dua mahasiswa dan seroang alumnus UIN juga diciduk oleh Densus 88 Antiteror karena kasus terorisme. Mereka adalah, Sony Jayadi dan Afham Ramadhan, mahasiswa semester XI (sebelas), Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi angkatan 2004.

Sementara seorang alumninya, Fajar Firdaus, merupakan alumnus UIN tahun 2007. Dia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi UIN angkatan tahun 2002. Ketiganya diduga terlibat jaringan teroris karena turut membantu mencari tempat tinggal bagi dua pelaku teroris Syaifudin Zuhri dan Muhammad Syahrir.

"Saya kira selama 10 tahun terakhir, sudah tidak lagi terjadi yang aneh-aneh di kampus ini, karena kami telah memberlakukan konseling khusus itu sejak dini," pungkas Dede.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini