Image

Kutuk Keras Bom Surabaya, Rektor Al Azhar Kairo: Itu Bertentangan dengan Agama

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 08:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 15 65 1898404 kutuk-keras-bom-surabaya-rektor-al-azhar-kairo-itu-bertentangan-dengan-agama-nTd5LE0RFm.jpg Foto: Bom Gereja di Surabaya (Antara)

JAKARTA - Rektor Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, Mohamed Husein Al-Mahrosowy menyampaikan rasa duka yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam serangan kelompok teroris terhadap 3 gereja di Surabaya, Indonesia.

Rektor juga menyampaikan bela sungkawa kepada Pemerintah dan Rakyat Indonesia serta keluarga korban, seraya mendoakan agar korban luka-luka dalam insiden tersebut segera sehat kembali.

Al-Mahrosowy juga mengutuk keras kelompok teroris yang melakukan serangan keji dan tidak berprikemanusiaan kepada warga sipil tidak berdosa, merusak persatuan dan mengacaukan stabilitas politik dan keamanan.

"Tindakan seperti itu adalah bertentangan dengan ajaran semua agama dan prinsip-prinsip kemanusiaan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

 Bom Bunuh Diri Meledak di Mapolrestabes Surabaya, Ada Anggota Polisi Jadi Korban

Rektor juga yakin bahwa Indonesia pasti mampu menghadapi kelicikan kelompok teroris ini dengan dukungan aparat keamanan dan rakyat yang bersatu.

Hal itu disampaikan secara langsung kepada Komjen Pol Syafruddin pada saat Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) tersebut berkunjung ke Kampus Al-Azhar didampingi oleh Duta Besar RI di Cairo, Helmy Fauzy dan Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, Jakarta pada hari Minggu, 13 Mei 2018.

Selain itu, dalam menyampaikan penjelasan tentang Universitas Al-Azhar, Rektor Al-Mahrosowy antara lain menegaskan bahwa sistem pendidikan Islam di Universitas Al-Azhar Mesir mengajarkan prinsip-prinsip moderasi, toleransi, menerima kelompok lain juga menghormati keyakinan kelompok lain.

“Menghormati keyakinan kelompok lain yang saya maksud di sini bukan berarti mengimani keyakinan mereka, tetapi Islam menganjurkan terciptanya sikap saling menghomati antar pemeluk agama. Hal itu juga selaras dengan firman Allah yang memerintahkan umat manusia untuk saling mengenal dan menciptakan perdamaian di muka bumi," kata mantan Dekan Fakultas Bahasa Arab Universitas Al-Azhar tersebut.

 Bom Bunuh Diri Meledak Bersamaan di Gereja Surabaya

Menyinggung masalah mahasiswa Indonesia, Rektor menjelaskan bahwa tidak kurang dari 5000 orang pelajar dan mahasiswa Indonesia menuntut ilmu di Al-Azhar, sebanyak 4.250 pada jenjang S1, S2 dan S3, sementara sekitar 750 orang pada jenjang pra-perguruan tinggi.

 

Bertemu Grand Sheikh Al-Azhar

Dalam kesempatan berkunjung ke Mesir, Wakil Ketua DMI diterima oleh Grand Sheikh Al-Azhar Ahmad Mohamed Tayeb di kantornya, Darrasah, Cairo, di mana pada kesempatan tersebut Ahmad Tayeb menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas penerimaan yang hangat selama kunjungan Grand Sheikh di Indonesia tanggal 1-3 Mei 2018.

Lebih lanjut, Grand Sheikh mengharapkan agar persatuan dan kesatuan umat Islam Indonesia selalu dijaga dan dipertahan dan jangan sampai terpecah belah sesama umat Islam.

“Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, negara kepulauan dengan keragaman suku, bahasa, adat-istiadat, Indonesia telah mampu menjaga persatuan dan kesatuan dengan baik, ini perlu dipertahankan dan di dorong lebih baik lagi ke depan.” kata Grand Sheikh Al-Azhar.

 

Baik Grand Sheikh Al-Azhar maupun Rektor Universitas Al-Azhar sama-sama mendukung adanya rencana kerja sama antara Dewan Masjid Indonesia dengan Al-Azhar dan keduanya berharap agar masjid-masjid di Indonesia dikelola dan dihidupkan oleh para alumni Al-Azhar.

“Untuk merealisasikan kerja sama pengelolaan masjid ini, Dewan Masjid Indonesia perlu membentuk tim khusus yang di antara tugasnya adalah menjalin komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan Al-Azhar, sehingga Al-Azhar dapat menyampaikan masukan dan gagasannya melalui pintu yang tepat,” kata Grand Sheikh Al-Azhar.

Lebih lanjut, Grand Sheikh Al-Azhar juga menawarkan pelatihan imam dan da`i yang ditunjuk oleh Dewan Masjid Indonesia, baik mereka datang ke Mesir ataupun para instruktur dari Al-Azhar yang datang ke Indonesia.

Pola tersebut juga bisa dikombinasi dengan cara Al-Azhar memberikan pelatihan kepada para alumni S1 Al-Azhary asal Indonesia sebelum mereka kembali ke tanah air dan direkrut oleh DMI untuk mengelola masjid di salah satu kota di Indonesia.

Kunjungan delegasi Wakil Ketua DMI ke Mesir selama 2 hari telah menghasilkan banyak masukan dan kesepakatan kerja sama dengan Al-Azhar yang diharapkan dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi kedua negara.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini