Image

Kiat Jitu Menanggulangi Hoax di Era Digital

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 13:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 15 65 1898502 kiat-jitu-menanggulangi-hoax-di-era-digital-xyzVowwKht.jpg Suasana Okezone Goes to Campus di Universitas Mercu Buana, Jakarta. (Foto: Yohana AU/Okezone)

JAKARTA - Saat ini era digital sudah mengubah kebiasaan manusia. Di mana masyarakat menjadi sangat bergantung dengan gadget dan selalu bersinggungan dengan internet, khususnya media sosial (medsos).

Kendati demikian, Founder ICT Watch Donny BU menyatakan, medsos memiliki banyak informasi yang berupa hoax. Hal ini yang membuat kerugian. Apalagi pengguna internet di Indonesia sangat besar mencapai 132 juta, melebihi jumlah penduduk di Thailand dan Singapura.

Penyebaran hoax pun bisa langsung cepat tersebar, bila tidak disikapi dengan kritis. Oleh sebab itu, penting untuk mampu menangani hoax dengan tepat.

"Jadi waktu dapat informasi yang tidak pasti jangan langsung disebarkan. Bahkan bila itu ke grup chat dengan alasan bertanya 'benar apa enggak' infonya, karena itu sama saja sudah menyebarkan dan bisa dikenakan UU ITE," ujar dia dalam diskusi di acara Okezone Goes to Campus, Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Baca Juga : Okezone Goes to Campus, Perkenalkan Live Streaming Media Online

Bila ingin memastikan kebenaran sebuah informasi yang tersebar, hal yang paling tepat dilakukan menurutnya, dengan menanyakannya pada pihak yang berwenang atau yang benar-benar berkompeten dalam hal tersebut.

"Karena kalau share dengan alasan tanya, nanti itu di-share lagi oleh orang lain ke tempat lain, lama-lama tersebar luas dan orang akhirnya akan berpikir itu jadi informasi yang benar," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Broadcasting UMB Dr Afdal Makkuraga Putra menyatakan, salah satu hal yang dilakukan untuk melawan penyebaran hoax adalah dengan melihat dari informasi tersebut.

Seperti pada pemberitaan yang tersebar di medsos, penting untuk melihat judul berita apakah provokatif atau tidak. Kemudian, perlu melihat sumber berita tersebut dan memastikan citra media tersebut.

Baca Juga : Okezone Goes to Campus Sapa Universitas Mercu Buana

"Kalau dari media abal-abal mesti diwaspadai. Dan pastinya angan langsung share begitu saja, yang ada kita jadi bagian penyebar berita-berita palsu," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Di sisi lain, Wakil Pemimpin Redaksi Okezone Fetra Hariandja menyatakan, sebagai media online mainstream tentu pemberitaan harus melalui proses verifikasi sehingga yang disampaikan adalah fakta. Hal ini menjadi bagian terpenting untuk melawan hoax.

Dia mencontohkan, seperti pada informasi peristiwa bom kemarin yang setelah di Surabaya juga dikabarkan terjadi di Duren Sawit, Jakarta. Okezone pun memastikan untuk mendapat konfirmasi pihak Kepolisian sebelum untuk menjadikannya berita, yang ternyata kabar tersebut tidak benar.

Baca Juga : Okezone Goes to Campus, Perkenalkan Live Streaming Media Online

"Itu kita lakukan sehingga pemberitaannya berupa fakta. Tak semua informasi bisa jadi berita kecuali itu ada pernyataan resmi sedaknya dari media sosial resmi badan tersebut. Bila informasi hoax itu meresahkan masyarakat, tentu Okezone akan melakukan konfirmasi ke pihak berwenang untuk membanu masyarakat, " paparnya.

Baca Juga : Okezone Goes to Campus Sapa Universitas Mercu Buana

Selain itu, Fetra menyarankan untuk bijak menggunakan medsos dengan hanya menerima pertemanan yang berdampak positif, memfilter informasi yang didapat, serta tak mudah memberikan data diri yang lengkap di medsos.

"Jangan juga semua komentar teman kita, kalau kita tanggapi terus medsos bisa membuat kita stres," pungkasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini