nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komitmen Kuat, Senjata Kemensos Sukses Tutup Ratusan Lokalisasi PSK

Edi Hardian , Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 12:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 16 1 1898917 komitmen-kuat-senjata-kemensos-sukses-tutup-ratusan-lokalisasi-psk-u5vyeehT5p.jpg Foto: Okezone

KOTAWARINGIN BARAT - Melakukan penutupan lokalisasi PSK atau prostitusi bukanlah pekerjaan mudah bagi pemerintah ataupun masyarakat. Namun, komitmen kuat serta konsistensi dalam menjalankan program membuat rencana penutupan lokalisasi prostitusi sedikit demi sedikit mulai membuahkan hasil.

Tak tanggung-tanggung, Kementerian Sosial yang kini dipimpin oleh Idrus Marham selaku Menteri Sosial tercatat telah melakukan ratusan kali penutupan lokalisasi prostitusi sejak 2017. Tentu saja ini menjadi prestasi tersendiri bagi Kementerian Sosial dan jajarannya.

Foto Okezone: Mensos Idrus Marham

"Selama ini dari 168 tempat lokalisasi, telah ditutup sekitar 151 lokalisasi, ya 151 berarti masih ada sekitar 17 atau sekitar 20 yang belum ditutup," ujar Menteri Sosial Idrus Marham saat dijumpai di acara Deklarasi Penutupan 3 Lokalisasi di Kotawaringin Barat dan Pemulangan Wanita Eks Penghuni Lokalisasi ke Daerah Asal di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (15/5/2018).

Tentu saja ratusan lokalisasi yang ditutup tak serta-merta menjadi persoalan angka saja. Bagaimanapun, pemerintah turut bertanggung jawab akan para korban prostitusi dan human trafficking yang kehilangan mata pencaharian mereka.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial bekerja sama dengan Pemerintah Daerah juga memberikan bantuan pada para mantan pelaku dan akhirnya dipulangkan ke kota asal mereka. Tak hanya memulangkan, pemerintah juga memberikan bantuan berupa uang tunai pada para mantan PSK yang bisa digunakan sebagai modal usaha wiraswasta.

"Tentu ini kita lakukan tidak hanya sekadar melaksanakan aturan perundang-undangan ajaran agama, tetapi yang paling penting adalah kita juga telah mengangkat harkat dan martabat mereka, (terkait –red) bagaimana masa depan mereka. Karena itu kita juga memberikan bantuan dan nanti akan melakukan pendampingan sehingga mereka memiliki pekerjaan produktif yang bisa menjamin masa depan," lanjut Idrus Marham.

Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah sendiri dapat melakukan berbagai intervensi program, baik melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, bahkan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam menangani para mantan PSK.

"Di daerah asalnya, kita mengharapkan para wanita eks penghuni lokalisasi dapat melakukan dan mengembangkan kewirausahaan usaha ekonomi produktif," kata Sonny W. Manalu selaku Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos.

Pemerintah juga sukses memulangkan sebanyak 62 orang wanita eks penghuni lokalisasi kembali ke keluarganya. Selain itu, Kementerian Sosial menyiapkan dana pendukung sesuai tugas dan fungsinya, baik berkaitan dengan bantuan stimulan usaha, bantuan jaminan hidup, maupun transport lokal.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini