Image

Gara-Gara Latihan Militer, Korut Ancam Batalkan Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 10:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 16 18 1898864 gara-gara-latihan-militer-korut-ancam-batalkan-pertemuan-trump-kim-jong-un-CLLPWtwYko.jpg Foto: Reuters.

SEOUL – Korea Utara mengancam akan membatalkan pertemuan tingkat tinggi antara Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang direncanakan berlangsung di Singapura pada 12 Juni mendatang. Media Pemerintah Korea Utara mengatakan, latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dianggap provokatif telah mengancam kelangsungan rencana pertemuan kedua pemimpin itu.

Laporan yang dilansir KCNA menyerang latihan pertempuran udara gabungan “Max Thunder” yang melibatkan pesawat pengebom siluman B-52 Amerika Serikat. Latihan itu tampaknya berpotensi menjadi perusak hubungan yang mulai menghangat antara Korea Selatan dengan Korea Utara.

BACA JUGA: Trump dan Kim Jong-un Akan Bertemu di Singapura pada 12 Juni

KCNA menyebut latihan gabungan itu sebagai sebuah provokasi dan melaporkan bahwa Pyongyang telah membatalkan pertemuan tingkat menteri dengan Korea Selatan yang rencananya digelar hari ini.

"Latihan ini, menargetkan kami, yang dilakukan di Korea Selatan, merupakan tantangan nyata terhadap Deklarasi Panmunjom dan provokasi militer yang disengaja bertentangan dengan perkembangan politik yang positif di Semenanjung Korea," demikian laporan dari KCNA yang dilansir Reuters, Rabu (16 Mei 2018). Deklarasi Panmunjom adalah pernyataan bersama yang disampaikan Korea Utara dan Korea Selatan pada KTT antar-Korea 27 April lalu.

“Amerika Serikat juga harus melakukan pertimbangan yang hati-hati tentang nasib KTT Korea Utara-Amerika Serikat yang direncanakan sehubungan dengan keributan militer yang provokatif yang dilakukan bersama dengan otoritas Korea Selatan.”

Menurut juru bicara departemen luar negeri Amerika Serikat pihaknya belum mendengar informasi apa pun dari Pemerintah Korea Utara map pun Selatan mengenai laporan dari KCNA tersebut. Sementara Gedung Putih mengatakan, Washington akan memeriksa pernyataan dari Korea Utara dan terus berkoordinasi dengan Korea Selatan.

BACA JUGA: Demi Denuklirisasi, AS Akan Berjanji untuk Tak Gulingkan Kim Jong-un

"Kami belum mendengar apapun dari pemerintah itu atau pemerintah Korea Selatan untuk menunjukkan bahwa kami tidak akan terus melakukan latihan ini atau bahwa kami tidak akan terus merencanakan pertemuan antara Presiden Trump dan Kim Jong-un bulan depan," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Heather Nauert dalam keterangan persnya.

Latihan militer Max Thunder yang digelar pada 14 sampai 25 Mei adalah kegiatan rutin yang dilakukan Amerika Serikat dan Korea Selatan. Tahun lalu latihan Max Thunder melibatkan 1.500 personel yang menerbangkan pesawat militer termasuk jet tempur.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini