Image

TKI di Arab Saudi Dipertemukan Kembali dengan Keluarga Setelah 28 Tahun Hilang Kontak

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 12:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 18 1898927 tki-di-arab-saudi-dipertemukan-kembali-dengan-keluarga-setelah-28-tahun-hilang-kontak-eiRsGIbmfl.jpeg Qibtiyah dipertemukan lagi dengan keluarga setelah hilang kontak selama 28 Tahun. (Foto: Dok. Kemlu RI)

ISAK tangis haru yang tidak terbendung pecah di Desa Tempurejo, Jember saat Ibu Qibtiyah dipertemukan kembali dengan keluarganya setelah hilang kontak selama 28 tahun saat bekerja di Arab Saudi. Qibtiyah berhasil ditemukan oleh Tim Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Riyadh yang mendapat laporan dari pihak keluarga.

"Sebagian keluar menganggap ini sebuah keajaiban. Mereka sudah sampai pada titik pasrah. Tapi dengan upaya Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh, akhirnya bisa ditemukan", ujar Chairil Anhar, case officer Kementerian Luar Negeri (Kemlu ) yang mengantarkan Ibu Qibtiyah ke kampung halaman di Jember.

BACA JUGA: KBRI London Selamatkan TKW yang Hilang Sejak 18 Tahun Lalu

Keterangan pers Kemlu RI, Rabu (16/5/2018) menjelaskan, Kemlu dan KBRI Riyadh pertama kali mendapatkan laporan tentang Qibtiyah alias Jumati binti Bejo dari keluarga pada 9 Maret 2018. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Qibtiyah berangkat ke Arab Saudi pertama kali pada 14 Agustus 1990, saat berusia 46 tahun. Sejak keberangkatan itu tidak pernah ada komunikasi antara Qibtiyah dengan keluarga di Jember.

Nama Qibtiyah maupun Jumanti binti Bejo tidak tercantum dalam database KBRI Riyadh, KJRI Jeddah maupun Kemlu. Artinya Qibtiyah tidak pernah meminta pelayanan apapun di Perwakilan Republik Indonesia selama 28 tahun berada di Arab Saudi.

Meski harapan untuk menemukan Qibtiyah menipis, Tim Perlindungan WNI KBRI RIyadh tetap berusaha melakukan pencarian dengan menyebarkan informasi dan melakukan komunikasi dengan simpul-simpul WNI di Arab Saudi.

Informasi akhirnya didapat dari seorang WNI asal Malang bernama Niayah binti Kasimin yang mengatakan pernah berinteraksi dengan Qibtiyah. Niayah menjelaskan bahwa dia bekerja pada kakak majikan Qibtiyah.

Dari informasi tersebut, tim KBRI melakukan penelusuran sampai akhirnya diketahui bahwa majikan bernama Abdul Azis Muhammed Al-Daerim. Sayangnya, saat dihubungi oleh KBRI, sang majikan berbohong dengan mengatakan bahwa Qibtiyah sudah dipulangkan 3 bulan lalu.

BACA JUGA: 11 Negara Tujuan TKI, Nomor 4 Negaranya Paling Kecil

Melihat tidak adanya itikad baik dari pihak majikan Qibtiyah, KBRI melayangkan nota diplomatik kepada Kemlu Arab Saudi. Duta Besar RI di Riyadh juga menyampaikan surat kepada gubernur Riyadh mengenai kasus ini.

Akhirnya, pada 18 April 2018, KBRI dengan dukungan aparat setempat, menjemput Qibtiyah dari majikannya dan membawa pindah ke rumah singgah KBRI Riyadh.

Dari wawancara dengan Qibtiyah diketahui bahwa, meskipun tidak ada tindak kekerasan, selama 28 tahun majikan tidak pernah memenuhi kewajibannya untuk membuatkan ijin tinggal, memperpanjang paspor maupun memfasilitasi komunikasi dengan keluarga. Atas upaya KBRI, sisa gaji Qibtiyah berhasil diupayakan dari majikan.

"Sekarang Qibtiyah sudah dibantu membuka rekening bank. Qibtiyah akan menghabiskan waktunya di kampung halaman menikmati hasil kerja kerasnya selama 28 tahun", imbuh Chairil.

Sejak 2014 hingga saat ini, Kemlu menerima tidak kurang dari 950 pengaduan terkait putus atau hilang kontak dengan keluarga, khususnya WNI yang bekerja sebagai tenaga kerja (TKI) ke luar negeri. Sulitnya pencarian di luar negeri menyebabkan tingkat penyelesaian kasus semacam ini relatif rendah, hanya sekira 19 persen.

Pengaduan kasus putus/hilang kontak paling banyak adalah untuk kawasan Timur Tengah sebanyak 679 kasus, Asia Timur dan Tenggara (189 kasus) dan Amerika Selatan (25 kasus). Sulitnya penelusuran WNI/TKI salah satunya adalah karena sebagian besar agen-agen pengirim TKI tidak menjalankan kewajiban undang-undangnya untuk menginformasikan kepada Perwakilan RI di luar negeri mengenai data TKI yang diberangkatkan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini