nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korea Selatan Sesalkan Pembatalan Pembicaraan Tingkat Tinggi oleh Korea Utara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 17:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 16 18 1899026 korea-selatan-sesalkan-pembatalan-pembicaraan-tingkat-tinggi-oleh-korea-utara-Nr6t7Fj79K.jpg

SEOUL – Korea Selatan menyesalkan keputusan Korea Utara yang membatalkan pertemuan tingkat menteri antar-Korea yang rencananya digelar pada Rabu. Seoul menilai keputusan tersebut tidak sejalan dengan semangat deklarasi Panmunjom.

Kantor berita KCNA melaporkan, pembatalan pertemuan tersebut dilakukan Pyongyang sebagai bentuk kemarahan atas latihan militer bersama yang dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat. Pyongyang menganggap latihan militer gabungan yang dinamakan Max Thunder itu sebagai bentuk provokasi dari Seoul dan Washington.

BACA JUGA: Gara-Gara Latihan Militer, Korut Ancam Batalkan Pertemuan Trump-Kim Jong-un

"Keputusan Korea Utara untuk secara sepihak menunda pembicaraan tingkat tinggi antara kedua Korea mengutip latihan udara gabungan tahunan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat tidak sejalan dengan semangat Deklarasi Panmunjom dan disesalkan," demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Baek Tae-hyun sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (16/5/2018).

Baek meminta Korea Utara untuk segera kembali melakukan pembicaraan. Pernyataan resmi akan dikirimkan ke Pyongyang pada Rabu.

BACA JUGA: Trump dan Kim Jong-un Akan Bertemu di Singapura pada 12 Juni

Selain membatalkan pembicaraan dengan Korea Selatan, KCNA juga melaporkan bahwa Korea Utara mempertimbangkan untuk membatalkan pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Pemimpin tertinggi Kim Jong-un yang semula akan digelar di Singapura pada 12 Juni karena latihan militer yang dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Latihan militer Max Thunder yang digelar pada 14 sampai 25 Mei adalah kegiatan rutin yang dilakukan Amerika Serikat dan Korea Selatan. KCNA melaporkan, tahun ini latihan itu melibatkan pesawat pengebom siluman B-52 milik Amerika Serikat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini