nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turki Usir Duta Besar Israel Terkait Pembantaian Demonstran Palestina di Gaza

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 19:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 16 18 1899127 turki-usir-duta-besar-israel-terkait-pembantaian-demonstran-palestina-di-gaza-k6eH8sLMQK.jpg Foto: Reuters.

ANKARA – Turki telah mengusir duta besar Israel dari negaranya menyusul ketegangan antara kedua negara terkait pembunuhan 60 warga Palestina dalam unjuk rasa di perbatasan Gaza. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelumnya telah menanggil pulang duta besarnya untuk Israel dan Amerika Serikat terkait peristiwa yang disebutnya sebagai sebuah “pembantaian” itu.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa, bertepatan dengan pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem itu merupakan insiden paling berdarah bagi rakyat Palestina sejak konflik di Gaza pada 2014. Pemerintah Palestina dan Turki mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk memperingati peristiwa itu dan para korban yang tewas.

BACA JUGA: Protes Pembantaian Demonstran Palestina, Turki Tarik Dubesnya dari AS dan Israel

"Duta Besar Israel diberitahu bahwa utusan kami untuk Israel dipanggil pulang untuk konsultasi, dan diberitahu bahwa akan lebih baik baginya untuk kembali ke negaranya selama beberapa waktu," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Turki sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (16/5/2018).

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki, Binali Yildrim mengatakan bahwa negara-negara Muslim harus mengkaji kembali hubungannya dengan Israel menyusul peristiwa di perbatasan Gaza. Demonstrasi menentang Israel juga digelar di Ankara dan Istanbul.

BACA JUGA: PM Turki: Negara-Negara Muslim Harus Tinjau Ulang Hubungan Dengan Israel

Tindakan Turki itu segera mendapat respons dari Israel. Beberapa jam setelah pengusiran itu, Pemerintah Israel segera memanggil konsul jenderal Turki di Yerusalem dan memintanya kembali ke Turki.

Ketegangan ini menjadi krisis diplomatik terburuk antara kedua negara sejak pembunuhan 10 aktivis Turki oleh tentara Israel di Gaza pada 2010. Insiden itu praktis memutus hubungan antara Turki dan Israel sampai normalisasi diplomatik pada 2016.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini