nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Agama Imbau Aksi Terorisme Jangan Dikaitkan dengan Agama

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 07:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 337 1898819 menteri-agama-imbau-aksi-terorisme-jangan-dikaitkan-dengan-agama-0JNVppxQi2.jpg Bom meledak di Gereja Pantekosta, Surabaya. Foto Antara

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mengaitkan atau menyimpulkan aksi terorisme dengan ajaran agama.

Lukman mengungkapkan di balik serangan bom di Surabaya, banyak pihak yang langsung menyalahkan ajaran agama, khususnya Islam. Padahal, kata dia, Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan sedikit pun kepada sesama umat manusia, begitupula ajaran agama lainnya.

"Maka kita harus bisa menegaskan bahwa seperti itu sama sekali sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan ajaran agama apalagi agama Islam, karena Islam adalah Agama perdamaian, keselamatan," kata Lukman di kantornya usai sidang Isbat, Selasa (15/5/2018).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Buka Halaqah Ulama ASEAN 2017

Islam, kata Lukman, sesungguhnya mengajarkan tentang mendapatkan rahmat bagi semesta. Oleh karenanya, menurut Lukman, peristiwa ledakan bom di Surabaya harus betul-betul diambil hikmah dan pembelajaran.

"Pertama kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan diri kita masing-masing," tutur Lukman.

Lukman mengakui, dengan adanya hal itu, menjadi tugas dan tantangan sendiri untuk para pemuka Agama untuk menyiarkan bahwa Islam itu anti dengan kekerasan.

Suasana Haru Iringi Pemakaman Korban Bom Gereja Pantekosta Surabaya

Sebab itu, Lukman menegaskan, Kementerian Agama akan menjadi wadah untuk lebih meningkatkan tugasnya untuk memberikan pemahaman tentang ajaran Agama di Indonesia.

"Kami di Kementerian Agama untuk semakin menjelaskan esensi ajaran Islam yang rahmat yang menyebarkan kasih sayang yang menebarkan perdamaian bagi sesama umat manusia," tutur Lukman.

Tokoh Lintas Agama Doa Bersama untuk Korban Bom Gereja Surabaya

Sejumlah serangan bom terjadi di Jawa Timur. Minggu 13 Mei lalu, tiga gereja di Surabaya di bom dan menyebabkan 14 orang meninggal dunia. Kemudian disusul ledakan di Rusun Wonocolo lantai 5 Blok B belakang Polsek Taman Sepanjang. Lalu, bom juga meledak di depan Mapolrestabes Surabaya.

Sebanyak 18 orang tewas dalam serangan yang dilakukan oleh satu keluarga di Kota Pahalawan tersebut. (fzy)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini