nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI Minta Ormas Islam Tangkal Gelombang Terorisme di Masyarakat

Bayu Septianto, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 08:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 16 337 1898825 mui-minta-ormas-islam-tangkal-gelombang-terorisme-di-masyarakat-ZoU3dUyweY.jpg Mapolrestabes Surabaya Disterilkan pasca teror bom. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

JAKARTA – Wakil Sekretaris Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdul Moqsith Ghazali meminta ormas-ormas Islam turut berperan dalam memecah gelombang paham terorisme yang berkembang di masyarakat.

Apalagi dalam mencegah keterlibatan perempuan dan anak-anak dalam setiap aksi-aksi terorisme, seperti yang terjadi di Surabaya belum lama ini.

"Kalau pemerintah punya mandat hukum untuk menangkap pelaku. Di mana peran ormas seperti NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah? Mereka punya peran memecah gelombang terorisme agar arus tidak deras ke umat dan perkampungan," ujar Moqsith usai diskusi bertajuk 'Setelah Mako Brimob dan Bom Surabaya' di Aula Rumah Pergerakan Gusdur, Jalan Taman Amir Hamzah No 8, Pegangsaan, Jakarta, Selasa (15/4/2018).

Menurut Moqsith memecah arus gelombang paham terorisme ini bukanlah hal yang mudah dilakukan di perkampungan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menyampaikan dakwah kepada masyarakat tentang toleransi dan keragaman yang harus dihormati.

 (Okezone)

"Salah satunya itu menyediakan dakwaah moderat dan yang toleran bahwa keragaman bukan ancaman, bahwa keragaman adalah sunahtullah," jelasnya.

(Baca Juga: Cegah Terorisme, Masyarakat Perkotaan Jangan Cuek dengan Orang "Asing" di Lingkungan Sekitarnya)

“Kita tidak bisa memilih lahir di Indonesia bertetangga orang Kristen, Hindu dan Buddha. Ini semua kehendak Allah," imbuhnya.

Selain itu, Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai dasar negara juga harus disosialisasikan lebih intensif kepada masyarakat.

(Baca Juga: Diserang Terduga Teroris di Tanjung Balai, Dua Jari Hasan Putus)

"Karena Indonesia besar dan masyarakat plural, Pancasila jembatan penghubung keanekaragaman," pungkasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini