nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidang Pleidoi, Bos First Travel Ngaku Tak Berniat Menipu Jamaah

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 17:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 338 1899076 sidang-pleidoi-bos-first-travel-ngaku-tak-berniat-menipu-jamaah-vRTewLXzkY.jpg Foto: Okezone

DEPOK - Tiga bos First Travel Travel yakni Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan Kiki Hasibuan kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (16/5/2018).

Sidang ini digelar dengan agenda pembacaan pleidoi terhadap tuntutan yang telah diberikan JPU Kejaksaan Negeri Depok. Dihadapan majelis hakim Andika Hasibuan menyatakan keberatan atas tuntutan JPU kepada dirinya.

Dia dituduh dalam kasus penipuan ribuan calon jamaah First Travel, lantaran tidak bisa berangkat umrah.

"Majelis hakim yang kami muliakan, Pak JPU yang kami hormati bahwa berujung pada tuntutan (JPU) kami merasa sangat keberatan dan kami merasa tidak adil selama persidangan. Semua yang dituduhkan kami tidak terima, kami rasa tidak ada yang salah dan tak berniat melakukan tipuan," kata Andika di bangku pesakitan ruang Cakra Pengadilan Negeri Depok, Rabu (16/5/2018).

 First Travel

Dalam menjalankan usahanya Andika dan istri Annisa Hasibuan mengaku sudah memberangkatkan ribuan jamaah umrah selama kurang lebih delapan tahun. Hingga saat ini, Kementerian Agama juga belum bisa memberikan langkah konkrit untuk kasus yang membelit di First Travel.

"Satu hal penting tentang pemboikotan visa kami yang tidak pernah terungkap. Disini kami lihat peran media sepihak semakin buruk keadaan dan memojokan kami," bebernya.

Andika memberikan informasi, pada hari selasa 15 mei 2017 dari sidang PKPU yang diselenggarakan di PTUN telah menghasilkan perdamaian.

"Artinya adalah ada jalan, dan kesepakatan baru terhadap jamaah First Travel, yang ingin diberangkatkan telah menghasilkan perdamaian," pungkasnya.

 First Travel

Andika berharap dengan nota pembelaan ini, menjadi sebuah pertimbangan bagi Majelis Hakim dalam memutuskan hukuman terhadap dirinya.

Perlu diketahui, Ketiga terdakwa yakni Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang yang mengakibatkan 63.310 calon jamaah umrah gagal berangkat dengan kerugian Rp905 miliar.

Jaksa penuntut umum mendakwa ketiga terdakwa Andika dan Annisa Hasibuan selama 20 tahun dan 18 tahun untuk Kiki Hasibuan mereka didakwa telah melakukan penipuan atau penggelapan dana perjalanan umrah 63.310 anggota calon jemaah yang hendak menggunakan jasa biro perjalanan mereka. Ketiga orang itu dianggap menggunakan dana calon jamaah Rp905 miliar.

First Travel menawarkan paket promo umrah murah seharga Rp14,3 juta. Mereka menjanjikan calon jamaah diberangkatkan satu tahun setelah pembayaran dilunasi. Pada kenyataannya, hingga dua tahun berlalu, para korban tak kunjung diberangkatkan.

Para terdakwa didakwa melanggar Pasal 378 KUHP junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP junto Pasal 64 Ayat (1) KUHP tentang penipuan secara bersama-sama dan atau Pasal 372 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 Ayat 1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini