nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejari Jakbar Tangkap Buronan Kasus Penipuan

Badriyanto, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 17:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 338 1899080 kejari-jakbar-tangkap-buronan-kasus-penipuan-MgawfpEZ6X.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat menangkap satu orang buronan perkara penipuan jual beli saham untuk pengelolaan lahan batu bara, berinisial ESKT di daerah Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Selasa 15 Mei 2018.

Kepala Kejari Jakarta Barat Patris Yusrian Jaya mengatakan, eksekusi itu dilakukan atas putusan pidana Mahkamah Agung No682 K/PID/2016 tanggal 22 Seftember 2016. Terpidana yang berprofesi sebagai Pemilik mayoritas saham PT EPN dan PT BPSE.

"Terpidana ditangkap terkait tindak pidana penipuan pembelian saham kepada korban Citra Gunawan dan telah dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan," kata Patris kepada Okezone, Rabu (16/5/2018).

Ia pun menjelaskan awal mula perkara tersebut, berawal pada Agustus 2011 dimana terpidana menawarkan saham perusahaan lahan tambang Batubara miliknya kepada korban Citra Gunawan yang terletak di kabupaten Berau Kalimantan Timur.

Dalam pertemuan tersebut, terpidana menyebutkan lahan itu sudah siap di eksplorasi dan perizinan diurus terpidana dan cadangan ada 5 juta metrik ton batubara. Awalnya terpidana dan korban sepakat sehingga dibuatkan mou penjualan senilai USD8 juta.

Karena tertarik, korban sempat menyetujui pembelian saham itu kemudian menyetorkan dana secara berturut turut dalam bentuk USD dan rupiah masing masing USD 600 ribu dan Rp5,142.294.250.

"Setelah dilakukan pengecekan dilapangan ternyata isi kandungan batubara tidak sesuai apa yang dikemukakan terpidana, dan akhirnya korban minta dana yang sudah dibayarkan dikembalikan," tutur Patris.

Kemudian seperti yang dijanjikan pengembalian terpidana membayar dengan sejumlah cek BG (Bilyet Giro) sebanyak lima lembar dan ternyata setelah dicairkan dananya tidak cukup.

Korban yang merasa tertipu akhirnya melaporkan perkara ini ke pihak kepolisian hingga terpidana diproses secara pidana dan dihukum.

"Sudah dilakukan penahanan di Lapas Cipinang," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini