nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidang Pleidoi First Travel, JPU Sebut Tak Ada yang Bisa Meringankan Terdakwa

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 19:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 16 338 1899133 sidang-pleidoi-first-travel-jpu-sebut-tak-ada-yang-bisa-meringankan-terdakwa-reTT6cUom8.jpg Foto: Okezone

DEPOK - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari yang menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang lanjutan kasus dugaan melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang menilai pleidoi yang disampaikan tiga bos First Travel hanya berisi keluhan pribadi.

Ia menyebutkan, pembelaan terdakwa yang disampaikan kuasa hukum terdakwa dianggap tidak menyampaikan fakta-fakta baru yang dapat merubah tuntutan JPU.

"Kalau kita cermati dari pembelaan terdakwa kan hanya berkelah kesuh tentang pribadinya, bukan persoalan fakta. Sedangkan dari penasihat hukumnya tidak ada hal yang baru intinya mempersoalkan tidak ada masalah hukum," kata Sufari saat ditemui usai sidang, Cilodong, Depok, Rabu (16/5/2018).

Dia mengungkapkan, soal pembelaan Kiki yang ditunda karena kuasa hukumnya tidak hadir, akan dibacakan pekan depan Senin, (21/6). Hal tersebut dikabulkan oleh majelis hakim yang di pimpin ketua PN Depok Sobandi.

Sementara mengenai aset yang disita Jaksa Penuntut Umum (JPU), pihaknya akan mengembalikannya kepada korban.

"Untuk aset yang disita jaksa penuntut umum, kami kembalikan kepada pengurus yang dibentuk para korban jemaah. Karena sudah ada akta notarisnya yang sudah dituangkan dalam tuntutan kami, kenapa diserahkan karena ada pengurusnya," pungkasnya.

Perlu diketahui, Ketiga terdakwa yakni Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang yang mengakibatkan 63.310 calon jamaah umrah gagal berangkat dengan kerugian Rp905 miliar.

Jaksa penuntut umum mendakwa ketiga terdakwa Andika dan Annisa Hasibuan selama 20 tahun dan 18 tahun untuk Kiki Hasibuan mereka didakwa telah melakukan penipuan atau penggelapan dana perjalanan umrah 63.310 anggota calon jamaah yang hendak menggunakan jasa biro perjalanan mereka. Ketiga orang itu dianggap menggunakan dana calon jemaah Rp905 miliar.

First Travel menawarkan paket promo umrah murah seharga Rp14,3 juta. Mereka menjanjikan calon jamaah diberangkatkan satu tahun setelah pembayaran dilunasi. Pada kenyataannya, hingga dua tahun berlalu, para korban tak kunjung diberangkatkan.

Para terdakwa didakwa melanggar Pasal 378 KUHP junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP junto Pasal 64 Ayat (1) KUHP tentang penipuan secara bersama-sama dan atau Pasal 372 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 Ayat 1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini