nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerah Pilkada Selalu Konflik, Dua Kepala Suku Puncak Papua Datangi DKPP

Edy Siswanto, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 18:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 340 1899122 gerah-pilkada-selalu-konflik-dua-kepala-suku-puncak-papua-datangi-dkpp-YJQwfHruX5.jpg

JAKARTA - Pilkada di Kabupaten Puncak, Papua berpotensi menuai kisruh. Hal tersebut seiring dengan keputusan KPU untuk menggugurkan dua pasangan calon, sehingga memunculkan calon tunggal di kabupaten tersebut.

Menghindari potensi konflik tersebut, dua kepala suku di Kabupaten Puncak yakni Suku Lapago dan Mepago mendatangi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (16/5/2018), untuk menuntut keputusan komisioner KPU.

Kepala Suku Umum Wilayah Adat Mepago Yopi Murib menjelaskan bahwa Pilkada Puncak punya sejarah kelam perang antar-suku karena perbedaan saat pilkada. Menurut Yopi, pada pilkada sebelumnya, 57 orang dinyatakan tewas dalam perang suku karena pilkada.

"Selalu Kabupaten Puncak itu yang selalu konflik, gara-gara pilkada, gara-gara rekomendasi dualisme ini. (Dulu gara-gara Pilkada) bunuh orang satu hari menghilangkan (nyawa) 57 orang. Hal yang sama lagi mau terjadi lagi (di Pilkada sekarang)," tuturnya.

Yopi menjelaskan, pemicu riak konflik di Kabupaten Puncak didasari dengan keputusan KPU yang hanya meloloskan satu pasangan, yakni Willem Wandik-Alus UK Murib. Padahal, ada tiga bakal calon yang mendaftar ke KPU, baik melalui jalur independen maupun partai politik.

Lebih dalam Yopi menjelaskan, pihaknya meminta DKPP memberhentikan tiga komisioner KPU Kabupaten Puncak yakni Erianus Kiwak, Aten Mom dan Menase Wandik. Alasannya, ketiga orang itu dinilai sebagai penyebab kekisruhan, melalui keputusan calon tunggal dalam Pilkada Kabupaten Puncak.

"Kami datang, kepala-kepala suku ini datang menuntut (keputusan terhadap komisioner) KPU ini," ujar Yopi Murib.

Pihak DKPP sendiri melalui Kepala Biro Administrasi DKPP, Bernard Dermawan Sutrisno, dikatakan Yopi berjanji akan membuat keputusan dalam pekan ini.

"Tak soal mau masuk dua kandidat, tiga kandidat. Demi keamanan, bahwa yang lolos tiga calon, kasih lolos. Kami bisa bicara ini demi untuk daerah, demi kabupaten itu, demi untuk bangsa," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini