nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Survei CSIS, Khofifah-Emil 53,8% Ungguli Gus Ipul-Puti 37,8%

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 09:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 16 519 1898846 hasil-survei-csis-khofifah-emil-53-8-ungguli-gus-ipul-puti-37-8-RcE3Dz5jcs.jpg Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti. (Foto: Antara)

SURABAYA - Lembaga survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei terbaru Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Dalam survei ini pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak unggul telak mencapai 53,8 persen berbanding 37,8 persen dari pasangan Ipul-Puti.

Survei yang dilaksanakan pada 16-30 April ini mengambil 920 responden dengan margin of error 3,32 persen. Survei menggunakan metode wawancara dengan mengisi kuesioner oleh responden.

Peneliti CSIS, Arya Fernandez menganalisis, tingkat elektabilitas Khofifah-Emil didominasi kaum wanita. Faktor figur Khofifah disebut memberi andil terhadap dominannya elektabilitas Khofifah-Emil ketimbang paslon nomor 2 di Pilgub Jatim 2018 ini.

“Faktor perempuan. Pemilih perempuan posisinya lebih solid. Lebih besar proporsi perempuan yang memilih Khofifah dibanding Gus Ipul-Puti. Jadi faktor perempuan ini menjadi penting karena mewakili faktor pemilih. Keberhasilan Khofifah menjadi faktor yang mempengaruhi unggulnya pasangan Khofifah-Emil,” jelas Arya, Selasa (15/5/2018).

Pilgub Jatim 2018: Khofifah Dapat Nomor Urut 1, Gus Ipul Nomor 2

Berdasarkan data survei CSIS, pasangan Khofifah-Emil didukung oleh pemilih perempuan sebanyak 54,6 persen dan laki-laki 45,4 persen. Sementara Gus Ipul-Puti hanya meraup dukungan kaum perempuan 42,7 persen.

(Baca juga: Ini Cara Khofifah dan Gus Ipul Majukan Ekonomi di Jatim)

Arya juga menjelaskan, Khofifah memiliki sejarah elektabilitas tinggi di kalangan wanita dengan massa akar rumput yang solid. Sebab, Faktor Khofifah sebagai Ketua Muslimat NU dinilai memberi dampak elektoral yang signifikan terhadap pasangan Khofifah-Emil.

Sementara lawannya, Puti yang merupakan calon wakil dari pasangan nomor 2 dinilai tidak sebanding. Mengingat Puti, dikatakan Arya bukanlah warga Jawa Timur. Diketahui Puti merupakan figur impor dari Jawa Barat.

Pilgub Jatim 2018: Khofifah Dapat Nomor Urut 1, Gus Ipul Nomor 2

“Sokongan posisi Khofifah sebagai Ketua Muslimat NU sangat mempengaruhi faktor pemilh perempuan. Itu membuat dukungan menjadi kuat. Sementara Puti pemain baru di Jawa Timur, dia juga tidak punya basis,” tuturnya.

Lainnya, Arya melanjutkan, Faktor afiliasi partai pengusung juga menjadi penentu masyarakat untuk memilih pasangan calon. Namun pada pilgub Jawa Timur, ketokohan dan rekam jejak kandidat juga memberi dampak insentif elektoral.

“Pilkada, kombinasi antara personlity kandidat dan mesin partai. Jadi kombinasi dua itu tapi ini kan pemilihan kepala daerah bukan pemilihan partai,” pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini