Image

Tradisi Dlugdag, Tradisi Sambut Ramadan dari Keraton Kasepuhan Cirebon

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 22:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 525 1899097 tradisi-dlugdag-tradisi-sambut-ramadan-dari-keraton-kasepuhan-cirebon-0EJIln6UDn.jpg Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan, Sultan Arief Natadiningrat (Foto: Dwi Ayu/Okezone)

CIREBON - Sejumlah warga antusias mengikuti tradisi dlugdag menjelang Ramadan di Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Jawa Barat. Tradisi ini dilakukan hanya menjelang hari-hari besar.

Dlugdag merupakan tradisi ratusan tahun yang dilakukan di Keraton Kasepuhan yang ditandai dengan menabuh beduk Samogiri yang berada di dekat masjid Keraton setelah salat ashar.

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengungkapkan bedug Samogiri ditabuh saat salat lima waktu dan tradisi Dlugdag menandakan masuknya bulan Ramadan serta membangunkan sahur. Tradisi ini sudah dilakukan ratusan tahun, beduk ini sudah ada sebelum islam masuk ke Indonesia.

"Bedug samogiri merupakan peninggalan sunan gunung yang tradisi menabuh bedugnya dilakukan hingga sekarang," katanya, Rabu (16/5/2018).

Dulu, lanjutnya, belum adanya alat komunikasi, bedug sebagai tanda memasuki waktu salat dan matahari menandatang waktunya. Usianya sudah ratusan tahun namun sudah beberapakali dilakukan perbaikan karena kondisinya yang rusak dan rapuh.

"Tradisi ini sudah ratusan tahun di Mekah dan Madinah tidak ada bedug hanya ada di Indonesia. Beduk ini ditabuh dengan irama yang lambat sampai kencang, maknanya kita harus memulai sesuatu dari awal secara pelan-pelan," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini