Image

Kualitas Lulusan Pendidikan Masih Rendah, Tenaga Pendidik Harus "Naik Kelas"

Widi Agustian, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 17:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 16 65 1899062 kualitas-lulusan-pendidikan-masih-rendah-tenaga-pendidik-harus-naik-kelas-he3MaECTle.jpg (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Menghadapi tantangan perubahan di era revolusi industri 4.0, sumber daya manusia yang berkualitas sangat penting untuk disiapkan. Hal ini tidak lepas dari peran tenaga pendidik yang mampu menghasilkan generasi yang unggul dan kompetitif.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus berupaya merevitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai lembaga pencetak tenaga pendidik sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenristekdikti Jamal Wiwoho dalam sambutannya mewakili Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-54 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Aula Latief Gedung Dewi Sartika UNJ.

Jumlah Pengangguran Lulusan SMK Masih Duduki Peringkat Teratas

Jamal menambahkan bahwa kualitas lulusan pendidikan di Indonesia masih rendah dimana baru sekitar 12,8 persen tenaga kerja yang berpendidikan tinggi. Kendati demikian, Jamal mengungkapkan pengembangan LPTK sudah cukup baik yakni mencapai 17 persen. Pasalnya tidak semua LPTK mempunyai standar nasional yang baik.

"UNJ sebagai salah satu LPTK diharapkan dapat memberikan kontribusi dan semangat inovasi dalam mengembangkan kampus unggul dan siap menghadapi berbagai tantangan global," pungkasnya.

 Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air

Pada kesempatan tersebut Jamal pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada civitas akademika UNJ dalam mengembangkan akademik dan mendidik para mahasiswa.

Plt. Rektor UNJ, Intan Ahmad dalam sambutannya menyampaikan sejak perubahan status IKIP Jakarta menjadi Universitas Negeri Jakarta pada tahun 1999, UNJ tidak hanya menghasilkan sarjana di bidang kependidikan, tetapi juga menghasilkan sarjana di bidang non kependidikan. “Peran serta lulusan UNJ mencakup bidang yang lebih luas dalam berbagai aspek pembangunan bangsa. Tantangan berat bagi UNJ adalah bagaimana mempersiapkan lulusan UNJ yang dapat bersaing dan berkompetisi di tataran global, khususnya menghadapi tantangan revolusi industri 4.0,” ucapnya.

Untuk mendukung revolusi industri 4.0 UNJ melakukan kerjasama dalam bidang akademik yaitu kerja sama penelitian, pertukaran dan pembinaan dosen, pertukaran mahasiswa. UNJ juga berperan serta dalam mengatasi permasalahan pendidikan di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) yaitu dengan ikut serta menyelenggarakan program sarjana mendidik di daerah 3T (SM-3T).

"Program SM-3T adalah salah satu program pengabdian para sarjana pendidikan untuk berpatisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3 T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan program PPG (Pendidikan Profesi Guru)," tutur Intan.

Cara Siswa Memaknai Kelulusan [Part 2]

Secara khusus tema kegiatan Dies Natalis UNJ tahun ini adalah “Merajut Kebersamaan, Membangun Harapan Menuju Universitas Negeri Jakarta Sebagai Kampus Unggulan”. Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan UNJ, anggota senat universitas, para mantan rektor, dosen, karyawan dan mahasiswa.

Pada perayaan Dies Natalis kali ini, UNJ juga akan meresmikan Gedung sarana pembelajaran Labschool Kebayoran Baru, dan gedung parkir UNJ. Pada tahun 2018 ini juga direncanakan akan dilaksanakan pembangunan Gedung Olah Raga UNJ di Kampus B Jalan Pemuda Rawamangun yang dibiayai dari dana hibah Pemprov DKI Jakarta.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini