nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Liga Arab Jadwalkan Pertemuan Darurat Mengenai Yerusalem Pada Kamis

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 09:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 17 18 1899293 liga-arab-jadwalkan-pertemuan-darurat-mengenai-yerusalem-pada-kamis-mgQBwUGscF.jpg Foto: Reuters.

KAIRO - Liga Arab, yang berpusat di Ibu Kota Mesir, Kairo, berencana untuk mengadakan pertemuan darurat pada Kamis mengenai Yerusalem, setelah Amerika Serikat memindahkan Kedutaan Besarnya untuk Israel ke kota suci yang menjadi sengketa itu.

Pertemuan itu telah diserukan oleh Arab Saudi dan direncanakan membahas cara yang mungkin untuk menghadapi pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, kata kantor berita resmi Mesir, MENA, yang mengutip satu sumber diplomatik.

Pertemuan tersebut akan didahului oleh pertemuan persiapan di tingkat wakil tetap negara anggota Liga Arab, kata sumber itu.

Washington meresmikan pembukaan Kedutaan Besarnya di Yerusalem pada Senin, di tengah protes oleh puluhan ribu orang Palestina di perbatasan Israel dengan daerah kantung terkepung, Jalur Gaza, sehingga menewaskan sedikitnya 63 orang dan melukai tak kurang dari 2.800 orang lagi.

BACA JUGA: Dewan Keamanan PBB Akan Gelar Pertemuan Bahas Kekerasan di Perbatasan Gaza

Agresi Israel terhadap warga Jalur Gaza, yang tak bersenjata, telah memicu kemarahan di wilayah tersebut dan di tingkat internasional, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi (17/5/2018).

Protes itu dilancarkan bersamaan dengan peringatan ke-70 deklarasi kemerdekaan Israel, sehari sebelah "Hari Nakba (Bencana)" Palestina, untuk menandai pengusiran sebanyak 750.000 orang Palestina dari rumah mereka sehingga mereka menjadi pengungsi pada 1948.

Korban kekerasan tentara Israel pada Senin membuat jumlah korban jiwa di pihak warga Palestina bertambah jadi 112 sejak pemrotes Palestina memulai "Demonstrasi Kepulangan Besar" mereka pada penghujung Maret untuk memperingati tahun ke-42 "Hari Tanah". Rakyat Palestina menuntut hak mereka bagi kepulangan pengungsi Palestina.

BACA JUGA: Tentara Israel Bantai 59 Demonstran Palestina di Hari Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

Masyarakat internasional menganggap Israel bertanggungjawab atas kebuntuan dalam proses perdamaian dengan Palestina karena kebijakan perluasan permukimannya di wilayah pendudukan Palestina.

Rakyat Palestina berusaha mendirikan Negara Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya sehubungan dengan solusi dua negara, yang diusulkan PBB, dengan dasar perbatasan pra-1967.

Israel adalah sekutu nomor satu regional bagi Amerika Serikat, yang Presidennya, Donald Trump, telah mengakui kota Jerusalem, yang menjadi sengketa, sebagai Ibu Kota Israel meskipun ada penentangan baik dari regional dan internasional.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini