nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia Tempatkan Kapal Bersenjata Rudal Jelajah di Mediterania untuk Lindungi Suriah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 13:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 17 18 1899402 rusia-tempatkan-kapal-bersenjata-rudal-jelajah-di-mediterania-untuk-lindungi-suriah-pNaqoJ2V4C.jpg Kapal Perusak Rusia, Smetlivy berlayar di Mediterania, 21 April 2018. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Rusia akan tetap menempatkan kapal perang yang dilengkapi rudal Kalibr di Laut Mediterania untuk menangkal kemungkinan munculnya kembali kelompok teroris di Suriah. Kehadiran kapal angkatan laut Rusia memiliki peran penting dalam perang melawan kelompok-kelompok teroris di negara pimpinan Bashar al Assad itu.

“Sebanyak 102 pelayaran oleh kapal permukaan dan kapal selam dijadwalkan untuk tahun ini. Karena risiko serangan teroris internasional di Suriah masih ada, kapal kami yang dipersenjatai dengan rudal jelajah akan secara permanen bertugas di Mediterania,” kata Presiden Vladimir Putin pada pertemuan keamanan di Sochi sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (17/5/2018).

BACA JUGA: Rusia Akan Tembak Jatuh dan Serang Tempat Peluncuran Rudal yang Menyasar ke Suriah

Kapal perang dan kapal selam Rusia digunakan untuk melakukan serangan terhadap kelompok militan selama kampanye militer melawan ISIS di Suriah. Serangan-serangan tersebut berhasil menghancurkan depot amunisi, pusat komando dan kendaraan lapis baja yang digunakan kelompok teror itu.

Putin memuji angkatan laut Rusia yang telah membangun kapabilitasnya dan mengatakan bahwa kekuatan maritim penting untuk memastikan keamanan ekonomi Rusia dan menjaga kepentingan nasionalnya.

BACA JUGA: Rusia: Koalisi AS Tidak Akan Bisa Singkirkan Presiden Suriah

Rusia mempertahankan gugus tugas angkatan laut di Mediterania timur yang terdiri dari frigat dengan rudal berpemandu, kapal selam diesel-listrik, kapal penyapu ranjau, serta kapal pengisian dan kapal tambahan.

Moskow juga memiliki dua pangkalan Suriah yang digunakan untuk operasi kontraterorisme yang sedang berlangsung. Pangkalan udara Khmeimim, terletak di dekat Latakia, dan markas angkatan laut di kota pelabuhan Tartus telah diserahkan ke Rusia selama 49 tahun bebas-biaya sewa, dengan syarat perpanjangan otomatis kecuali salah satu negara memilih untuk mengakhiri kesepakatan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini