Image

Menyesalnya Menteri Yohana Melihat Perempuan dan Anak Turut Serta dalam Aksi Terorisme

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 07:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 17 337 1899261 menyesalnya-menteri-yohana-melihat-perempuan-dan-anak-turut-serta-dalam-aksi-terorisme-gp74CH8bNO.jpg Menteri PPPA, Yohana Yambise (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise menyesalkan adanya keterlibatan perempuan dan anak-anak dalam sejumlah aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut dia, gerakan teror yang dilakukan kelompok teroris Jamaah Anshorul Daarul (JAD) itu merupakan fenomena tersendiri di Indonesia.

"Saya pikir ini fenomena yang tidak sangka bisa terjadi dan saya sebagai menteri menyesal tentang perempuan dan anak terlibat dalam terorisme," kata Yohana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia pun menyerukan kepada seluruh perempuan dan anak-anak Indonesia agar menghindari hal-hal yang mengarah ke paham-paham radikal.

"Jangan membuat hal-hal yang tidak terpuji, namun konsentrasi ke pembangunan bangsa ini," ucap Yohana.

Yohana menegaskan bahwa pelibatan anak-anak dalam tindak kejahatan, termasuk aksi teror merupakan pelanggaran hukum berat yang diatur dalam UU Perlindungan Anak.

"Orangtua yang melibatkan anak-anak untuk masuk ke radikalisme dan terlibat teroris, bisa saja dikenakan UU Perlindungan Anak," tandas Yohana.

Sebelumnya, aksi teror melanda tiga geraja di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu 13 Mei 2018 lalu. Tak berhenti di sana, aksi teror serupa juga terjadi di Kota Sidoarjo dan Mapolrestabes Surabaya juga diserang aksi teror bom bunuh diri.

Setelah diselidiki, ternyata para pelaku bom bunuh diri merupakan satu anggota keluarga. Para pelaku juga melibatkan anak-anak mereka dalam aksi teror tersebut. Akibat peristiwa ini, sebanyak puluhan orang menjadi korban. 25 orang di antaranya dinyatakan tewas.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini