Image

Bertemu JK, Mahasiswa Kristen Dukung Pemerintah Berantas Terorisme

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 12:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 17 337 1899349 bertemu-jk-mahasiswa-kristen-dukung-pemerintah-berantas-terorisme-dTUI780PRy.jpg Perwakilan PP GMKI Usai Bertemu Wapres JK (foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menerima audiensi Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) ‎di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyampaikan mendukung pemerintah untuk memberantas terorisme.

"Selama dua tiga hari terakhir ini kawan-kawan dari kelompok mahasiswa Cipayung, GMKI, HMI, PMII, sudah melakukan aksi solidaritas untuk menujukkan kita mendukung pemerintah untuk bisa memberantas terorisme sampai ke sutradara intelektualnya," kata Ketua Umum PP GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat kepada wartawan, Kamis (17/5/2018).

(Baca Juga: JAD Kelompok Teroris Paling Aktif dan Dominan di Indonesia Saat Ini)

Menurut dia, aksi terorisme dapat terjadi bukan karena faktor ekonomi semata. Namun, itu juga disebabkan karena adanya doktrinasi ideologi radikal kepada mereka yang terpapar.

"Yang terjadi di Surabaya sendiri itu beberapa pelakunya ternyata dalam hal perekonomian hidup berkecukupan. Jadi memang ada doktrin ideologi yang sudah diajarkan oleh kelompok, mungkin oknum, sehingga pemerintah dan semua lembaga non negara‎ untuk bersikap tegas," jelas Sahat.

TerorismePP GMKI Bertemu Wapres JK di Istana Wapres, Jakarta (foto: Fahreza/Okezone)

Wapres JK, kata Sahat, menyampaikan aksi teror yang belakangan terjadi di Indonesia tidak hanya terkait dengan persoalan internal negara saja, melainkan juga dengan faktor eksternal yang melibatkan negara-negara lainnya.

"Tapi berkaitan dengan faktor eksternal, seperti adanya negara-negara gagal yang kemudian orang-orang Indonesia datang ke sana, seperti Afghanistan, Suriah, dan lain-lain. Ketika mereka sampai sana, mereka melihat bom di sana, ketika mereka kembali ke Indonesia, mereka memiliki kemarahan untuk membalaskan ini," ungkap Sahat sebagaimana dijelaskan JK.

Pemerintah, sambung Sahat, selain menyelesaikan kasus terorisme secara internal, juga sudah melakukan penyelesaian secara eksternal ke negara yang berkaitan.

"Contohnya Presiden datang ke Afghanistan untuk mencoba menyelesaikan, kemudian Palestina, dan lain-lain," terangnya.

‎Lebih lanjut, Sahat juga menjelaskan bahwa Wapres JK meminta masyarakat menguatkan peran kelembagaan yang ada dalam rangka menanamkan semangat Pancasila. Itu bertujuan agar masyarakat terbebas dari radikalisme dan terorisme.

(Baca Juga: Aksi Terorisme Harus Dipandang sebagai Kejahatan Luar Biasa)

Sekadar informasi, sejumlah aksi teror terjadi di Jawa Timur. Minggu 13 Mei lalu, tiga gereja di Surabaya di bom dan menyebabkan belasan orang meninggal dunia. Kemudian disusul ledakan di Rusun Wonocolo lantai 5 Blok B belakang Polsek Taman Sepanjang.

Lalu, bom juga meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Mapolda Riau turut jadi sasaran kelompok teror. Mereka menyerang polisi menggunakan senjata tajam dan menyebabkan beberapa korban berjatuhan, baik dari pihak Polri ataupun pelaku teror.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini