Image

Kepala BNPT Dukung Penghidupan Kembali Koopssusgab TNI

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 18:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 337 1899544 kepala-bnpt-dukung-penghidupan-kembali-koopssusgab-tni-AG7RjdVFjr.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mendukung penghidupan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme. Usulan ini muncul setelah maraknya kejadian aksi terorisme di Indonesia.

‎"Ini harus kita dukung dong, sangat luar biasa itu," ujarnya di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu mengaku selalu mendukung hal-hal baik yang ditujukan untuk kemajuan bangsa. "Kalau ada pasukan pendukung (untuk menumpas terorisme) ya kenapa tidak?" imbuh Suhardi.

‎Ia menuturkan, di tubuh lembaga BNPT sendiri terdiri dari anggota gabungan, baik dari Polri ataupun TNI, beserta kementerian/lembaga (K/L) lainnya. Karena itu, ia tidak masalah bila TNI ikut terlibat dalam upaya penanggulangan terorisme.

"Di BNPT ini anggotanya ada dari AD, AL, AU, Kepolisian, Kemenlu, BPKP, Kumham, semua ada di situ. Saya kebetulan polisi sebagai pimpinan. Deputi satu saya Mayjen TNI‎ dari Kopassus, direktur saya dari Marinir. Sekretaris saya dari AU Marsekal Muda. Jadi artinya kita semua sudah berperan," pungkas Suhardi.

 Terorisme

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertarik dengan upaya penghidupan kembali Koopssusgab TNI untuk menangani terorisme. Usulan ini muncul setelah maraknya kejadian aksi terorisme di Indonesia.

"Saya laporan kepada Presiden kemarin beliau tertarik. Nanti kita akan bicara dengan Panglima (TNI)," ujar Moeldoko di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 16 Mei 2018.

Koopssusgab merupakan pasukan gabungan antiteror TNI yang berasal dari Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU. Pasukan khusus dari tiga matra tersebut diresmikan pada Juni 2015 oleh Moeldoko ketika menjabat sebagai Panglima TNI.

 Terorisme

Namun, menurut Moeldoko, Koopssusgab dibekukan ketika dirinya tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI. "Sepertinya dibekukan," jelas dia.

Sekadar informasi, sejumlah aksi teror terjadi di Jawa Timur. Minggu 13 Mei lalu, tiga gereja di Surabaya di bom dan menyebabkan belasan orang meninggal dunia. Kemudian disusul ledakan di Rusun Wonocolo lantai 5 Blok B belakang Polsek Taman Sepanjang.

Lalu, bom juga meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Siang tadi, Mapolda Riau turut jadi sasaran kelompok teror. Mereka menyerang polisi menggunakan senjata tajam dan menyebabkan beberapa korban berjatuhan, baik dari pihak Polri ataupun pelaku teror.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini