nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Horny Berat, Guru Private Cabuli Muridnya

Hambali, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 00:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 338 1899517 horny-berat-guru-private-cabuli-muridnya-H0OASrBvZp.jpg Foto Ilustrasi

TANGSEL - Seorang guru privat bernama M. Topik (35) dibekuk jajaran unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan. Dia dilaporkan telah berbuat cabul terhadap muridnya sendiri, berinisial AA (13). Mirisnya lagi, hal itu dilakukan berulang kali usai memberikan materi pelajaran.

Pencabulan itu berlangsung di Jalan Poncol Indah, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangsel. Pelaku Topik, memang dipercaya oleh kedua orangtua korban untuk menjadi guru privat bagi dan memberi pelajaran tambahan di rumah.

Namun entah apa yang mendorong Topik berbuat keji, guru privat itu justru memanfaatkan situasi rumah yang sepi untuk berbuat cabul. Usai memberi materi, Topik lantas menyuruh korban menunjukkan alat kelaminnya untuk diraba-raba.

"Telah terjadi tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh guru privat korban. Pencabulan dilakukan tersangka dengan cara menyentuh bagian genital dari korban," terang AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel, Kamis (17/5/2018).

Awalnya, tindakan Topik tak dilaporkan karena korban dibayangi rasa takut. Akan tetapi, kedua orangtua melihat ada yang aneh dari kepribadian AA. Setelah didesak, barulah diceritakan apa saja yang dilakukan oleh guru privat saat situasi rumah sepi.

Mendengar pengakuan putranya, pihak keluarga pun lalu melapor ke polisi dengan nomor : LP/307/K/III/2018/SPKT/ Res tangsel, tanggal 26 Maret 2018, yang disertai pula bukti hasil visum rumah sakit.

"Tersangka kita tangkap Senin 14 Mei 2018. Dari pengakuannya, tersangka sudah melakukan sekira 6 kali perbuatan itu terhadap korbannya," imbuh Alex.

Pelaku melakukan perbuatannya pada 30 November 2017, lalu berlanjut ke tanggal 4 Februari 2018, tanggal 7 Februari 2018, tanggal 19 Februari 2018, tanggal 21 Februari 2018, dan tanggal 07 maret 2018.

Petugas juga menyita barang bukti lain, berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian. Atas perbuatannya, Topik, dijerat Pasal 82 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini