Image

Pasca-Penyerangan Mapolda, Seluruh Stakeholder di Riau Diminta Proaktif Cegah Terorisme

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 01:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 340 1899642 pasca-penyerangan-mapolda-seluruh-stakeholder-di-riau-diminta-proaktif-cegah-terorisme-EAsyVRKf0R.jpg Polisi berjaga-jaga usai teroris serang Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018). (Foto: Banda Haruddin Tanjung/Okezone)

PEKANBARU – Pascapenyerangan di Mapolda Riau, semua pihak diminta mewaspadai jika ada hal mencurigakan di daerahnya. Pemerintah Daerah (Pemda) diminta lebih proaktif kepada warganya.

Hal itu tertuang dalam maklumat yang ditangdatangi bersama Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Kapolda Riau Irjen Nandang dan Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima Pekanbaru Brigjen TNI Sonny Aprianto, tertanggal 16 Mei 2018.

"Dalam maklumat antara polisi, TNI dan Pemda di Riau untuk bersama-sama proaktif dalam pencegahan terorisme," ucap Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto, Kamis (17/5/2018).

Dia menjabarkan, isi maklumat itu antara mewajibkan bupati dan wali kota untuk proaktif dalam penanggulangan terorisme. Bupati diwajibkan untuk memerintahkan camat, lurah kepala desa, Ketua RW dan Ketua RT untuk lebih memantau daerahnya.

"Caranya adalah dengan mengaktifkan semua siskamling (sistem keamanan lingkungan). Dalam perjanjian itu mewajibkan bupati walikota dan perangkatnya untuk proaktif di wilayahnya. Datangi tamu yang mencurigakan. Kepada tamu atau pendatang diminta melapor dalam 1 X 24 jam," ucap Sunarto.

(Polisi berjaga-jaga usai teroris serang Mapolda Riau pada Rabu, 16 Mei 2018. Foto: Banda Haruddin Tanjung/Okezone)

Selain itu, kepada kapolres dan kapolresta diminta juga lebih mencermati situasi di lingkungan. Kapolres bersama para kapolsek hingga Babinkamtibmas untuk berkerjama sama dengan pemda di wilayahna untuk pendataan. Hal yang sama juga diminta kepala Dandim (Komandan Kodim) agar memerintahkan para Danramil (Komadan Rayon Militer) hingga Babinsanya untuk waspada.

"Pengurus RT dan RW serta Babinsa dan Babinkamtibmas agar melakukan pendataan terhadap seluruh rumah kontrakan dan kos-kosan beserta penghuninya," imbuhnya.

(Baca Juga: Densus Tangkap 8 Terduga Teroris Penyerangan Polda Riau)

Kepada masyarakat diminta melaporkan kepada pihak TNI dan Polri, apabila menemukan adanya aktivitas dan kelompok orang yang dicurigai sebagai aksi pelaku teroris.

Dalam penyerangan di Mapolda Riau 16 Mei 2018, sebanyak empat teroris tewas. Sementara dari polisi, satu tewas dan dua lainnya luka. Selain itu dua wartawan juga cedera akibat serangan teroris itu.

(Baca Juga: Sejumlah Teroris Penyerang Polda Riau Masih Ada Hubungan Keluarga)

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini