Image

Serangan Bom Melibatkan Satu Keluarga Pertama Kali di Dunia

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 07:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 17 519 1899248 serangan-bom-melibatkan-satu-keluarga-pertama-kali-di-dunia-tkCZYnbJOc.jpg Polisi memperlihatkan terduga serangan tiga gereja di Surabaya yang merupakan satu keluarga. Foto: Antara/Nanda Andrianta

JAKARTA - Aksi bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro; Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Baratajaya, Kecamatan Gubeng; dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno dilakukan oleh "pengantin bom" yang berasal dari satu keluarga.

Pengamat Terorisme, Zaki Mubarak, menyebut fenomena itu merupakan aksi terorisme yang pertama kali terjadi di Indonesia bahkan dunia.

"Ya, yang melibatkan satu keluarga itu, yang benar-benar baru terjadi. Aksi.teror yang sangat langka. Bahkan di Irak, Suriah, maupun Palestina, aksi jihad sekeluarga ini tidak pernah ditemukan," ucap Zaki saat berbincang dengan Okezone, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Beredar Foto-Foto Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya

Bom bunuh diri di tiga Gereja Surabaya diketahui dilakukan oleh satu keluarga yang dikomandoi oleh Dita Oepriyanto sebagai kepala keluarga. Aksi itu juga dilakukan oleh Istri dan empat anak Dita.

Mereka secara terstruktur melakukan pembagian tugas dalam melancarkan aksi terornya di tiga gereja tersebut dengan cara terpisah-pisah satu sama lainnya.

Bangkai-Bangkai Sepeda Motor di Lokasi Ledakan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya

Zaki menilai, dorongan atau semangat aksi bom bunuh yang dilakukan satu keluarga akibat doktrin yang akan mempertemukan mereka secara abadi di alam kematian atau Akhirat.

"Saya menduga aksi sekeluarga melakukan bom bunuh diri dimotivasi keyakinan eskatologis bahwa mereka akan dibangkitkan bersama di alam setelah kematian atau akhirat melalui kematian berjamaah itu," papar dia.

Suasana Haru Iringi Pemakaman Korban Bom Gereja Pantekosta Surabaya

Menurut Zaki, selain "pengantin bom" satu keluarga, fenomena pelaku perempuan pun menjadi hal yang pertama kali. Namun, bukan hal yang terjadi pertama kali di Indonesia.

Pengamanan di Polrestabes Surabaya Pascaledakan Bom Bunuh Diri

Pasalnya, kata Zaki, "pengantin bom" wanita sempat ditemukan di Indonesia. Tetapi, ketika itu, berhasil diungkap terlebih dahulu oleh aparat kepolisian sebelum melancarkan aksinya.

"Di Indonesia, bom bunuh diri wanita ini juga yang pertama kali berhasil. Tahun 2016, seorang wanita bernama Dian Yulia Novi pernah mencoba melalui bom panci tapi dapat digagalkan," tutur Zaki.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini