Image

Polisi Beri Batas Waktu Selama 3 Hari kepada Keluarga untuk Ambil Jenazah Terduga Teroris

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 15:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 519 1899488 polisi-beri-batas-waktu-selama-3-hari-kepada-keluarga-untuk-ambil-jenazah-terduga-teroris-s3JvZtt1hb.jpg Penjagaan Polisi Pasca Serangan Teror di Surabaya (foto: Reuters)

SURABAYA - Polda Jawa Timur memberikan batas waktu atau deadline terhadap para keluarga terduga teroris untuk mengambil jenazah selama tiga hari ke depan. Saat ini jenazah-jenazah terduga teroris masih berada di RS Bhayangkara Surabaya.

Total jumlah jenazah terduga teroris yang ada RS Bhayangkara sebanyak 13 jenazah. Kondisi jenazah sendiri sudah siap dibawa pulang karena telah dimandikan dan dikafani. Bila dalam waktu tiga tidak segera diambil, maka polisi akan menguburkannya di pemakaman umum.

(Baca Juga: Jenazah Terduga Teroris di Surabaya Dibawa ke RS Bhayangkara)

"Kami memberi tenggat waktu selama tiga hari kedepan, bagi anggota keluarga terduga teroris untuk mengambil jenazah para pelaku (teroris) yang meninggal," terang Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin, Kamis (17/5/2018).

Pengamanan di Polrestabes Surabaya Pascaledakan Bom Bunuh Diri

Machfud menjelaskan, pihaknya telah berusaha menghubungi keluarga para terduga teroris. Kemudian sebagian besar mereka telah mau menerima jenazah para pelaku teroris.

"Saya bersyukur, karena sebagian telah mau menerima jenazahnya. Diantaranya keluarga yang bersedia mengambil dan menerima jenazah adalah keluarga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya," ungkap Kapolda Jatim.

Lebih lanjut Machfud, pihaknya sudah ada gambaran dari pihak keluarganya untuk proses pengambilan jenazah pelaku teroris. Namun ada juga keluarga yang belum mau menerima dan mengambil jenazah terduga teroris yang tewas seperti tragedi di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo.

Pihak kepolisian masih terus melakukan komunikasi untuk meyakinkan keluarganya agar bersedia menerima jenazah terduga teroris. Dari 13 jenazah terduga teroris yang ada di RS Bhayangkara, masih belum ada para pelaku yang diserahkan pada keluarganya.

"Kami menghimbau kepada keluarga masing-masing untuk menerima dan mengambil jenazah para pelaku teroris yang tewas dalam aksi bom bunuh diri. Jika tidak, maka terpaksa akan dimakamkam di pemakaman umum. Jenazah sudah dimandikan, dibersihkan, dikain kafani, sudah selesai semuanya," tandasnya.

Ke-13 jenazah terduga teroris tersebut masing-masing bernama Dita, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Jalan Arjuno, disusul Puji Kuswati bersama FS (12) dan PR (9) pelaku bom bunuh diri di GKI Jalan Diponegoro.

(Baca Juga: Kondisi Tak Utuh, Satu Jenazah Korban Bom di Gereja Surabaya Belum Diambil Keluarga)

Kemudian YF (18) dan F (16) pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Surabaya. Keenam pelaku teroris ini merupakan satu keluarga yang terdiri bapak, ibu dan anak yang beralamat di Rungkut, Surabaya.

Selanjutnya peristiwa ledakan bom di Rusunawa Wonocolo Taman, Sidoarjo. Mereka juga satu keluarga terdiri bapak, ibu dan anak meliputi Anton, Puspitasari dan HAR.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini