nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahas Isu Terorisme di Surabaya, Risma Mendadak Sujud di Hadapan Takmir

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 22:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 519 1899650 bahas-isu-terorisme-di-surabaya-risma-mendadak-sujud-di-hadapan-takmir-AIGoBEhx5X.jpg Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Dok Okezone)

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mendadak bersujud di hadapan para takmir yang dikumpulkan di Gedung Wanita Kalibokor, Surabaya, pada Rabu, 16 Mei 2018. Pengumpulan takmir se-Kota Surabaya itu untuk membahas isu terorisme yang akhir-akhir terjadi serangkaian bom bunuh diri di Kota Pahlawan.

Risma tiba-tiba turun dari podium ketika ada salah satu takmir bertanya perihal undangan yang bertuliskan pembinaan takmir. Sebab undangan dengan tulisan pembinaan terkesan ada salah pada takmir masjid. Sehingga takmir meminta undangan tersebut ditulis dengan acara silaturrahmi takmir.

"Salah kami sebagai takmir apa? Sebaiknya undangan ditulis silaturahmi ketimbang pembinaan. Ini seolah-olah ada yang salah dengan para takmir," ungkap Muhammad Tohir, takmir Masjid Masyitoh Mulyorejo.

Mendengar pernyataan dari takmir itu, Risma pun menghampiri takmir tersebut. Di hadapan para takmir, Risma bersujud untuk meminta maaf.

"Jangan begitu bu, jangan begitu," kata takmir sambil menangis. Kemudian takmir lain mengangkat bahu Risma untuk berdiri.

(Api berkobar usai bom meledak di area Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Foto: Antara)

Risma menjelaskan, pihaknya mengundang para takmir untuk membahas isu terorisme yang terjadi di Kota Surabaya. Sebab terkadang di masjid itu banyak digunakan sebagai ajang saling menghasut.

"Karena itu saya undang takmir masjid agar hal-hal seperti itu bisa dicegah. Saya mengajak para takmir untuk membendung paham radikal yang berada di area masjid," ungkapnya.

Risma berpesan, jika menemukan orang yang dirasa aneh dalam hal keagamaan atau tidak pada umumnya, supaya disampaikan kepada pihak berwajib. Hal ini diyakini mampu menjadi deteksi dini untuk mengantisipasi masuknya paham radikal di kalangan anak muda.

(Baca Juga: Polisi Beri Batas Waktu Selama 3 Hari kepada Keluarga untuk Ambil Jenazah Terduga Teroris)

Ajaran Islam tidak pernah mengajarkan untuk menyakiti orang lain. Karena itu, Risma mengimbau kepada seluruh takmir masjid se-Kota Surabaya, supaya tetap memegang teguh pada ajaran Rasul, bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta.

(Baca Juga: Pascabom Surabaya, Densus 88 Tangkap 23 Terduga Teroris)

"Saya mohon kepada bapak-bapak semuanya, kalau ada yang berbeda tolong dilaporkan kepada kami atau pihak kepolisian, agar bisa segera kami tindaklanjuti," kata Risma.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini