Image

Ditolak Warga, 7 Jenazah Terduga Teroris Surabaya Batal Dimakamkan

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 23:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 17 519 1899653 ditolak-warga-7-jenazah-terduga-teroris-surabaya-batal-dimakamkan-3T09yv4CSv.png Tujuh jenazah terduga teroris di Surabaya batal dimakamkan lantaran penolakan warga setempat. Padahal, liang lahat untuk pemakaman sudah digali.

SURABAYA – Polda Jatim sudah berencana menguburkan 7 jenazah terduga teroris di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jarak, Jalan Putat Jaya, Surabaya, pada Kamis sore, 17 Mei 2018 e. Namun, rencana tersebut mendadak gagal.

Kabarnya, warga setempat menolak penguburan 7 jenazah terduga teroris tersebut. kuburan yang terlanjur sudah digali untuk tujuh jenazah terduga teroris ditutup kembali. Warga beramai-ramai menutup liang lahat yang sudah digali dengan cangkul.

Warga menolak jenazah terduga teroris dikuburkan di TPU Jarak lantaran perbuatan mereka sudah meresahkan masyarakat. Selain itu, banyak warga yang menjadi korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.

Bahkan, ada salah satu korban yang berasal dari Putat Jaya Surabaya saat terjadi ledakan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Jalan Ngagel. Sehingga proses pemakaman ketujuh terduga teroris tersebut dibatalkan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menyatakan, pembatalan penguburan terhadap 7 jenazah terduga teroris lantaran faktor keluarga dan nonteknis. Tapi, ia tidak menjelaskan lebih lanjut alasan pembatalan itu.

"Ini lantaran faktor keluarga dan non teknis," terang Barung, Kamis (17/5/2018).

Hingga saat ini, ketujuh jenazah terduga teroris itu masih berada di RS Bhayangkara Surabaya, bersama 6 jenazah lainnya. Total jenazah terduga teroris yang ada di RS Bhayangkara berjumlah 13 jenazah. Sampai sekarang belum satu pun jenazah yang diambil keluarganya.

(Brimob berjaga di Mapolrestabes Surabaya pasca-ledakan bom. Foto: Antara)

Ke-13 jenazah terduga teroris tersebut masing-masing bernama Dita, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Jalan Arjuno, disusul Puji Kuswati bersama FS (12) dan PR (9) pelaku bom bunuh diri di GKI Jalan Diponegoro.

Kemudian YF (18) dan F (16) pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Surabaya. Keenam pelaku teroris ini merupakan satu keluarga yang terdiri bapak, ibu dan anak yang beralamat di Rungkut, Surabaya. Tragedi ini terjadi pada Minggu 13 Mei 2018 pagi.

(Baca Juga: Bahas Isu Terorisme di Surabaya, Risma Mendadak Sujud di Hadapan Takmir)

Selanjutnya peristiwa ledakan bom di Rusunawa Wonocolo Taman, Sidoarjo pada 13 Mei 2018 malam. Mereka juga satu keluarga terdiri bapak, ibu dan anak meliputi Anton, Puspitasari dan HAR. Disusul pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya pada 14 Mei 2018.

Pelakunya juga merupakan satu keluarga. Mereka masing-masing Tri Murtiono, Tri Ernawati, MDS, MDA. Mereka mengontrak rumah di kawasan Medokan Ayu, Surabaya.

(Baca Juga: Polisi Beri Batas Waktu Selama 3 Hari kepada Keluarga untuk Ambil Jenazah Terduga Teroris)

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini