Image

Aksi Teror Libatkan Anak-Anak, Mensos: Mereka Adalah Korban

Hambali, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 04:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 18 337 1899672 aksi-teror-libatkan-anak-anak-mensos-mereka-adalah-korban-4yjLMwqFYu.jpg Mensos Idrus Marham (Foto: Chyntia Sami Bhayangkara/Okezone)

TANGERANG – Serangkaian aksi teror yang terjadi di beberapa lokasi di Tanah Air kini mulai melibatkan anak-anak. Tindakan sadis itu pun mendapat kecaman dari semua lapisan masyarakat, mengingat indoktrinasi paham radikal ternyata telah juga disusupi pelakunya ke anak-anak.

Menanggapi itu, Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menegaskan, anak-anak yang dilibatkan oleh orang tuanya dalam melakukan serangan teror bukanlah disebut sebagai bagian dari pelaku, melainkan korban.

"Jadi anak-anak ini adalah korban aksi terorisme yang dilakukan orangtuanya. Anak-anak ini tidak tahu apa-apa, jangan digeneralisir. Bukan anak-anak ini pelakunya," jelasnya usai memberikan 1000 akta lahir di ICE BSD, Tangerang, Kamis (17/5/2018) sore.

Dikatakannya, Kementerian Sosial sudah memiliki prosedur tetap (protap) terkait penanganan bencana sosial, baik dari bencana alam, bencana non-alam, dan juga bencana sosial.

"Protap yang ada dalam menanggulangi anak-anak pelaku aksi terorisme sudah berjalan. Di Surabaya, ada anak yang masih meronta menunjukkan ketidakterimaannya terhadap kondisi yang dihadapi," imbuhnya.

Menurut politisi Partai Golkar ini, keadaan itu menunjukkan adanya masalah psikologis yang harus diatasi dengan pendekatan yang tepat. Kemensos, disebutkannya, telah melakukan pendampingan terhadap korban yang merupakan anak-anak usia dini itu.

(Foto: Syaiful Islam/Okezone)

"Kak Seto (Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi) dan jajarannya sudah terbang ke Surabaya. Kak Seto bertugas menghibur, memulihkan trauma psikologis dan membangkitkan semangat mereka," ungkapnya.

(Baca Juga: 3 Kesamaan Aksi Teror Bom di Gereja dengan Mapolrestabes Surabaya)

Masih kata Idrus, pihaknya juga dipastikan memberi bantuan kepada seluruh korban dari aksi-aksi terorisme yang berlangsung beberapa hari terakhir. Bantuan diberikan dalam berbagai bentuk, seperti uang tunai, program pendidikan anak-anak, hingga pendampingan psikologis, baik dari keluarga korban maupun pelaku.

Bantuan yang akan diberikan kepada ahli waris korban ledakan bom besarannya mencapai Rp15 juta per orang untuk korban meninggal. Bantuan dapat langsung diterima keluarga atau ahli waris.

"Kelangsungan pendidikan anak-anak, menjadi atensi prioritas," pungkasnya.

(Baca Juga: Anak Korban Bom Surabaya: Biarin Mama Tenang Sekarang)

Seperti diketahui, dalam sejumlah aksi terorisme, seperti di Surabaya dan Sidoarjo, pelaku yang merupakan kedua orang tua dari sebuah keluarga melibatkan anak-anaknya untuk meledakkan diri. Mereka pun menjadi korban tewas dalam akai teror oleh orang tuanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini