Image

Pengaktifkan Koopssusgab Dinilai Sesuai dengan Teori Terorisme Teritorial

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 08:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 18 337 1899703 pengaktifkan-koopssusgab-dinilai-sesuai-dengan-teori-terorisme-teritorial-cqoJ3KyYe3.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk menghidupkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme.

Terkait hal itu, Pengamat terorisme Al Chaidar menilai adanya rencana penghidupan kembali Koopssusgab adalah sesuai dengan teori terorisme teritorial.

"Koopsusgab itu sesuai dengan teori terorisme teritorial," kata Al Chaidar kepada Okezone, Jumat (18/5/2018).

Tak cuma itu, Al Chaidar menilai dihidupkannya Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dalam menangani terorisme akan memberikan dampak keamanan yang positif kedepannya.

"Iya (akan memberikan dampak positif kedepannya)," terang dia.

Oleh karenaya, Al Chaidar berharap dalam revisi Undang-undang terorisme yang sedang dirancang saat ini haruslah disesuikan dengan rencana penghidupan kembali Koopssusgab.

"RUU anti-teroris harus disesuaikan dengan Koopssusgab tersebut," pungkasnya.

Koopssusgab merupakan pasukan gabungan antiteror TNI yang berasal dari Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU. Pasukan khusus dari tiga matra tersebut diresmikan pada Juni 2015 oleh Moeldoko ketika menjabat sebagai Panglima TNI.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertarik dengan upaya penghidupan kembali Koopssusgab TNI untuk menangani terorisme. Usulan ini muncul setelah maraknya kejadian aksi terorisme di Indonesia.

"Saya laporan kepada Presiden kemarin beliau tertarik. Nanti kita akan bicara dengan Panglima (TNI)," ujar Moeldoko di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 16 Mei 2018.

 

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini