nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BSSN Sudah Petakan Ancaman-Ancaman Teror di Ranah Siber

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 13:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 18 337 1899827 bssn-sudah-petakan-ancaman-ancaman-teror-di-ranah-siber-PMAavfidbC.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen (Purn) TNI Djoko Setiadi mengatakan semua pihak wajib membantu pemerintah menyiapkan pegamanan dari aksi terorisme, tidak terkecuali lembaga yang dipimpinnya.

"Seluruh komponen lah bagi saya wajib hukumnya untuk mendetect, untuk membantu pemerintah dalam rangka menyiapkan keamanan dari gangguan teroris ini," kata Djoko usai bertemu Mendagri Tjahjo Kumolo di kantor BSSN, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Djoko mengatakan, BSSN terlibat dalam upaya pengamanan dari aksi terorisme, khususnya untuk melindungi jaringan siber pemerintah dari berbagai serangan.

"BSSN ini kan kita dalam struktur organisasi sudah bagi-bagi. Tentunya yang paling utama bagi kita adalah untuk mengamankan jaringan pemerintah," terang dia.

Lebih lanjut, ia mengaku telah memetakan berbagai ancaman teror dari sisi siber. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hasil pemetaan itu nantinya akan diserahkan kepada aparat kemanan.

"Kalau peta kan memang kita harus sesegera mungkin, sehingga menjadi masukan bagi aparat keamanan untuk mengantisipasi," pungkas Djoko.

Sejumlah aksi teror terjadi di Jawa Timur. Minggu 13 Mei lalu, tiga gereja di Surabaya di bom dan menyebabkan belasan orang meninggal dunia. Kemudian disusul ledakan di Rusun Wonocolo lantai 5 Blok B belakang Polsek Taman Sepanjang.

Lalu, bom juga meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Mapolda Riau turut jadi sasaran kelompok teror. Mereka menyerang polisi menggunakan senjata tajam dan menyebabkan beberapa korban berjatuhan, baik dari pihak Polri ataupun pelaku teror.

 

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini