Image

JPU Tak Temukan Unsur Meringankan pada Aman Abdurahman

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 18 337 1899841 jpu-tak-temukan-unsur-meringankan-pada-aman-abdurahman-pIlZHao9tA.jpg Aman Abdurahman. Foto: Antara/Galih

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak menemukan hal yang meringankan untuk terdakwa dalang aksi teror bom Thamrin Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman.

Aman yang meurpakan petinggi Jamaah Ansharud Daulah (JAD) dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum. Dia dinilai telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana terorisme.

"Sedangkan hal yang meringankan, menurut kami tidak ditemukan hal-hal yang meringankan dalam perbuatan terdakwa," kata Jaksa Penuntut Umum Mayasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Hilangkan Banyak Nyawa, Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

Jaksa mencatat ada enam poin yang memberatkan Aman Abdurahman.

"Terdakwa merupakan residivis dalam kasus terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan," ucap Jaksa Mayasari.

Bom Thamrin. Foto: Okezone/Arief Julianto 

Aman, lanjut Jaksa, adalah penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah, organisasi yang jelas-jelas menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dianggapnya kafir dan harus diperangi.

Aman juga adalah penganjur, penggerak kepada pengikutnya untuk melakukan jihad, amaliyah teror, melalui dalil-dalilnya sehingga menimbulkan banyak korban.

"Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat," kata Jaksa.

Hilangkan Banyak Nyawa, Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

Hal yang memberatkan lainnya, yakni Aman telah menghilangkan masa depan seorang anak yang meninggal di tempat kejadian dalam kondisi cukup mengenaskan dengan luka bakar lebih 90 persen, serta lima anak mengalami luka berat yang dalam kondisi luka bakar dan sulit dipulihkan kembali seperti semula.

Kemudian, terdakwa juga memengaruhi orang dengan tulisan mengenai pemahanan syirik demokrasi yang dimuat dalam blog www.millaibrahim.wordpress.

Dalam tuntutannya, Amar dinilai terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Selain itu, Aman juga disangka dengan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini