nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rescue Perindo Kutuk Aksi Teror: Hentikan Ujaran Kebencian, Indonesia Adalah Keragaman

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 14:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 18 337 1899855 rescue-perindo-kutuk-aksi-teror-hentikan-ujaran-kebencian-indonesia-adalah-keragaman-DyLbjHl2G2.jpg Ketua Umum Rescue Perindo Adin Denny (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rescue Perindo mengecam keras aksi teroris yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari ini. Perbuatan biadab gerakan radikal tersebut jelas meresahkan masyarakat.

“Kami mengutuk aksi teroris yang terjadi belakangan ini,” ujar Ketua Umum DPP Rescue Perindo, Adin Denny, memberikan keterangan, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya aksi tidak bertanggung jawab tersebut sangat berdampak yang tidak hanya menelan korban, namun juga menyebabkan trauma berat bagi korban maupun masyarakat pasca-teror terjadi.

“Hal ini berdampak kepada psikologis masyarakat,” tutur Adin.

Di sisi lain, yang dapat dilihat dari imbas peristiwa sejumlah teror tersebut yakni mempengaruhi psikologis investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pasca-bom bunuh diri meledak di Surabaya dan Sidoarjo, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak negatif pada Senin (14/5/2018).

Di hari yang sama Senin (14/5/2018), pada pukul 10.30 waktu JATS, IHSG tampak berada di 5.864,914. IHSG melemah, mencapai 93,171 poin (1,56%). Artinya, serangan teror memberikan dampak psikologis pada market.

“Sehingga ini juga mempengaruhi efek ekonomi di Indonesia,” ucap Adin.

Karenanya, Rescue Perindo menyatakan sikap untuk terlibat aktif dalam langkah preventif agar tidak terjadi aksi teror di kemudian hari.

“Salah satunya dengan menghentikan ujaran kebencian kepada masing-masing individu. Indonesia adalah keragaman, yang menyatukan semua suku dalam kebhinekaan,” ungkap Adin.

Hal ini dilakukan agar tidak memicu timbulnya perpecahan di antara masyarakat Indonesia yang heterogen dan terus menciptakan kedamaian di antara sesama penghuni tanah air ini.

“Bahkan, di dalam kitab suci semua agama tidak pernah diajarkan kebencian bahkan saling membunuh. Mari kita jaga perbedaan yang ada ini bersama-sama,” tandas Adin.

Sebelumnya masyarakat dibuat geram dengan peristiwa ledakan bom di tiga gereja yang berbeda di Surabaya, Minggu 13 mEI, disusul dengan meledaknya bom di sebuah Rusunawa di Sidoarjo.

Keesokan harinya, Senin 14 Mei pagi teror bom masih berlanjut, menyerang Polrestabes Surabaya. Dan terbaru, Rabu 16 Mei terjadi serangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terduga teroris di Markas Kepolisian daerah (Mapolda) Riau.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini