nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aman Abdurahman, "Singa Tauhid" di Balik Aksi Teror

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 15:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 18 337 1899884 aman-abdurahman-singa-tauhid-di-balik-aksi-teror-1WEElUyx3W.jpg Aman Abdurahman saat menjalani sidang tuntutan di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018), Foto: Antara

JAKARTA - Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman jadi pusat perhatian dalam satu dekade ke belakang. Pengaruhnya diyakini ada di balik serangkaian aksi teror yang ada di Thamrin dan Kampung Melayu pada 2016 lalu serta banyak aksi teror di Indonesia dalam satu dekade ke belakang.

Aman Abdurrahman didakwa menggerakan orang lain dan merencanakan sejumlah teror di Indonesia termasuk Bom Thamrin 2016. Aman dinilai telah menyebarkan paham yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan objek-objek vital.

Aman disangka melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Selain itu, Aman juga disangka dengan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

 Foto: Antara

Sepak terjang Aman Abdurahman dalam aksi teror bukanlah hal yang pertama. Pasalnya, Aman pernah ditangkap di Tangerang pada 2010 karena terlibat pelatihan militer di Aceh. Bahkan jauh sebelumnya, Aman juga ditangkap pada tahun 2003 terkait kepemilikan bom Cimanggis dan dibebaskan pada 2008.

(Baca Juga: Aman Abdurahman Dituntut Hukuman Mati)

Ia juga berbaiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin kelompok Islamic State in Irak and Syria (ISIS). Aman sendiri merupakan petinggi dari kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD).

Di kalangan para ekstremis, ia dikenal sebagai sosok yang berpegang teguh pada jalan jihad para kaum radikal. Bagi para anggota kelompoknya, Aman Abdurahman juga dikenal memiliki kapasitas akademik yang baik. Dari semua itu, para pengikutnya menjuluki ia sebagai "Singa Tauhid".

Dituntut Hukuman Mati

"Menjatuhkan pidana Aman Abdurahman dengan pidana mati,"

Kalimat itu merupakan tuntutkan Jaksa Penuntut Umum kepada Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Dalam amar tuntutannya, JPU menyebutkan bahwa Aman Abdurahman terbukti telah menjadi penggerak atau dalang di balik terjadinya aksi teror bom di Thamrin dan Kampung Melayu, Jakarta serta beberapa aksi teror lainnya di Indonesia.

"Terdakwa mengatur dan menjadi penggerak melalui dalil yang mengakibatkan orang meninggal," ujar Anita.

Hal yang memberatkan tuntutan Aman di antaranya dia merupakan residivis dalam kasus terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan. "Sedangkan hal meringankan kami tidak menemukan," ucap Jaksa Anita.

 Foto: Reuters

Hal yang memberatkan lainnya, yakni Aman telah menghilangkan masa depan seorang anak yang meninggal di tempat kejadian dalam kondisi cukup mengenaskan dengan luka bakar lebih 90 persen, serta lima anak mengalami luka berat yang dalam kondisi luka bakar dan sulit dipulihkan kembali seperti semula.

Kemudian, terdakwa juga memengaruhi orang dengan tulisan mengenai pemahanan syirik demokrasi yang dimuat dalam blog www.millaibrahim.wordpress.

(Baca Juga: Alasan Jaksa Tuntut Mati Aman Abdurahman)

Sebagaimana diketahui, sidang tuntutan Aman Abdurahman sempat ditunda pada Jumat pekan lalu setelah terjadinya kerusuhan napi terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, tempat Aman ditahan.

Ajukan Pleidoi

Aman Abdurahman keberatan dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai terdakwa dalam kasus bom Thamrin.

Usai mendengar tuntutan JPU, Aman menegaskan bahwa akan mengajukan nota pembelaan atau Pleidoi atas tuntutan mati tersebut. Hal itu diputuskan setelah Aman berdiskusi dengan Penasihat Hukumnya.

"Nota pembelaan atau Pleidoi akan dibuat masing-masing," kata Aman sembari terduduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Tak lama, Majelis Hakim menutup sidang ini, dan akan dilanjutkan pada pekan depan Jumat 25 Mei 2018. Aman pun langsung dibawa ke ruang tahanan dengan pengawalan aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Sebagaimana diketahui, jalannya persidangan Aman Abdurahman dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Jajaran Polri yang berasal dari Korps Brimob juga tampak menjaga mengamankan proses sidang Aman Abdurahman ini.

Penjagaan pun sudah mulai ketat sejak masuk di pintu gerbang PN Jaksel. Polisi bersenjata laras panjang dan rompi peluruh karet langsung melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung.

Polda Metro Jaya sebelumnya menyiapkan pengamanan khusus pada sidang pembacaan tuntutan Aman Abdurahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini