nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Terima Pengurus Peradah dan KMHDI di Istana

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 15:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 18 337 1899887 presiden-jokowi-terima-pengurus-peradah-dan-kmhdi-di-istana-FYOcf2yoTW.jpg Presiden RI, Joko Widodo (foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima para pengurus Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Kepala Negara menyampaikan tentang sejumlah permasalahan bangsa, salah satunya adanya ancaman yang meresahkan dari kelompok teroris yang telah melakukan rentetan aksi teror di sejumlah daerah.

"Tapi tadi Bapak Presiden sudah menyampaikan sangat tegas bahwa pemerintah sudah sangat siap melakukan memberikan situasi yang aman pada masyarakat. Karena memang situasi kondisi tidak bisa diprediksi," kata Ketua Umum DPN Peradah Indonesia Sures Kumar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Sures Kumar menjelaskan, pihaknya juga mendorong Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Perppu bila DPR tak kunjung mengesahkan RUU Antiterorisme untuk menjaga keamanan negara dari ancaman kelompok teroris tersebut.

"Dan Presiden bilang sementara Perppu belum dibutuhkan karena pemerintah dan DPR sudah mencapai kata sepakat akhir bulan Mei UU Pemberantasan Terorisme sudah diketok. Kalau lewat bulan Mei belum selesai, kita dorong keluarnya Perppu pemberantasan teroris untuk menciptakan rasa aman di masyarakat," imbuhnya.

Menurut dia, pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme sangat dibutuhkan lantaran telah mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia memastikan, Presiden Jokowi juga telah menyatakan TNI akan dilibatkan untuk menumpas kelompok teror hingga ke akar-akarnya. "Menurute Presiden dalam revisi UU pemberantasan teroris sudah diatur keterlibatan militer," jelasnya.

Undang Jokowi ke Kongres Peradah dan KMDHI

Sures Kumar melanjutkan, kedatangan Peradah dan KMDHI ke Istana juga untuk mengundang Presiden Jokowi dalam kongres yang dilakukan organisasi pelajar dan pemuda Hindu tersebut.

Rencanya kongres KMDHI akan berlangsung di Yogyakarta pada akhir Agustus mendatang. Sementara Peradah juga akan menggelar kongres di Palangkaraya pada 3 November 2018 mendatang.

"Kami berharap dan meminta Presiden berkenan hadir dalam kongres atau Mahasabha Peradah dan KMHDI. KMHDI akan Mahasabha Agustus akhir di Yogyakarta dan Peradah November di Palangkaraya. Kita minta Presiden buka kongres 3 November," imbuhnya.

Selain itu, Sures Kumar juga sempat membahas permasalahan internal yang dialami umat Hindu bersama Presiden Jokowi. Betapa tidak, selama ini umat Hindu merasa kecewa dengan data yang ada di BPS yang menyebut umat Hindu Indonesia hanya berjumlah 4.061.200 jiwa. Padahal, umat Hindu Indonesia mencapai 11 juta.

"Jadi enam juta lagi lari kemana? Pak Presiden sedikit terkejut sampaikan data tersebut," terangnya.

Sures Kumar menerangkan, bahwa pemerintah akan mengecek dan akan menindaklanjuti kembali data yang dimiliki BPS.

"Kami sampaikan saja ke Presiden. Mudah-mudahan cepat direspons BPS agar tak terlalu jomplang sekali," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini