Dubes Tantowi Yahya Ajak Warga Indonesia di Selandia Baru Tampilkan Wajah Islam yang Damai

Rachmat Fahzry, Okezone · Minggu 20 Mei 2018 21:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 20 18 1900550 dubes-tantowi-yahya-ajak-warga-indonesia-di-selandia-baru-tampilkan-wajah-islam-yang-damai-xOI3CaVtRk.jpg Dubes Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya memberi sambutan saat buka puasa bersama. Foto: Okezone

JAKARTA – Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengajak warga Indonesia untuk menampilkan wajah Islam yang sejuk.

Hal itu disampaikannya saat berbuka puasa bersama dengan 200 warga Indonesia di auditorium Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington, Minggu (20/5/2018)

Saat memberi sambutan, Tantowi Yahya menekankan pentingnya warga Indonesia di Selandia Baru untuk selalu menampilkan wajah Islam yang damai dan dinamis.

Acara tarawih keliling di KBRI Selandia Baru. Foto Okezone 

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia dapat menjadi showcase Islam yang rahmatan lil' alamin,” ujarnya dalam rilis yang diterima Okezone.

Aksi kekerasan di beberapa daerah di Indonesia berupa peledakan bom dan penyerangan ke aparat keamanan beberapa waktu lalu adalah tragedi yang tidak perlu terulang kembali.

Sejumlah serangan bom menyerang tiga gereja di Surabaya dan Polrestabes Surabaya hingga menyebkan 18 orang tewas.

Acara tarling akang diselenggerakan secara bergilir. Foto: Okezone 

Dubes Tantowi berharap warga Indonesia yang bermukim di Selandia Baru dapat menjelaskan dengan baik dan objektif kepada masyarakat setempat yang ingin tahu keadaan terkini dan yang sebenarnya.

Dubes yang mantan anggota parlemen ini juga mengapresiasi organisasi keagamaan seperti Umat Islam Indonesia (UMI), Himpunan Umat Muslim Indonesia Auckland (HUMIA) dan lainnya yang secara aktif membantu KBRI dengan berbagai acara.

Acara itu juga menjadi acara tarawih keliling (Tarling) perdana di Wellington, Selandia Baru.

TarLing adalah acara khas umat muslim Indonesia yang hanya berlangsung di bulan Ramadan dan sudah menjadi budaya di berbagai daerah di Nusantara. Bahkan saat berada di luar negeri, diaspora Indonesia tetap melaksanakannya sebagai penguat tali silaturahim.

Setelah TarLing di KBRI, maka akan digilir di berbagai tempat, tidak hanya di Wellington namun juga di kota-kota lainnya.

Warga yang hadir di acara Tarling tersebut tidak hanya umat muslim namun juga saudara-saudara dari agama lain yang datang untuk merayakan persaudaraan dan silaturahim khususnya di bulan suci Ramadan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini