nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Rekomendasi 200 Mubalig, Jimly: Itu Blunder, Saya Harap Ada Perbaikan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 22:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 21 337 1900997 soal-rekomendasi-200-mubalig-jimly-itu-blunder-saya-harap-ada-perbaikan-B1hIfimFQ4.jpg Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai rekomendasi Kementerian Agama (Kemenag) terhadap 200 mubalig di Indonesia agak blunder. Ia berharap, adanya kontroversi berujung pada perbaikan yang dilakukan Kemenag.

Menurut Jimly, data 200 mubalig itu seharusnya bukan berbentuk rekomendasi, melainkan hanya database. 

"Kalau database, enggak usah pakai diumumkan. Jadi, memang ada blunder sedikit. Saya rasa dengan ribut gini, (saya harap) ada perbaikan," ujar Jimly di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Jimly Asshiddiqie

Dibandingkan dengan rilis rekomendasi untuk mengontrol para mubalig atau ulama, Jimly menilai lebih penting pemerintah melakukan pendataan.

"Kalau maksudnya fungsi kontrol itu biarin aja, enggak akan ada faedahnya, tapi pendataan dalam upaya database penting sekali supaya kekuatan dakwah tercatat berapa jumlah ulama, berapa lulusan S2, S3 itu perlu pendataan," ujarnya.

Lagipula, Jimly menyebut mubalig atau ulama di Indonesia tidak bisa dikelompokkan ataupun dibuatkan struktur. 

"Kultur masyarakat Sunni Indonesia itu enggak bisa dikelompokkan, struktur ulama-ulama tidak ada hirarkinya, tidak ada strukturnya. Begitu juga masjid-masjid dia mengumat, dari pada bernegara," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini